India Teken Kesepakatan Ekspor Rudal BrahMos dengan Vietnam dan Dekati Kesepakatan Serupa dengan Indonesia

0
India
Pemerintah India sukses meluncurkan rudal balistik jarak menengah berkemampuan nuklir Agni-5 dari Odisha, Rabu (20/8/2025). Foto : brahmos.com)

NARASITODAY.COM, SINGAPURAGemuruh diskusi keamanan regional pada forum pertahanan utama Asia, Shangri-La Dialogue, India kembali menunjukkan taji geopolitiknya. New Delhi secara resmi menandatangani kesepakatan mutakhir untuk memasok rudal jelajah supersonik BrahMos senjata mematikan yang dikembangkan bersama Rusia kepada Vietnam.

Langkah taktis ini semakin menegaskan ambisi India untuk menjadi salah satu pemain utama dalam ekspor industri pertahanan di kawasan Asia Tenggara. Tidak berhenti di Vietnam, radar diplomasi militer India kini tengah mengarah intensif ke Jakarta.

Baca Juga :  Zelensky Ungkap Rudal Baru Ukraina, Kapasitas Ledak 1 Ton dengan Jarak Tembak Super Jauh

Menteri Pertahanan India, Rajesh Kumar Singh, mengungkapkan bahwa Indonesia kemungkinan besar akan menjadi negara ASEAN berikutnya yang mengadopsi sistem persenjataan canggih ini. Menurutnya, proses negosiasi dengan pemerintah Indonesia sudah berjalan sangat dekat menuju kesepakatan final.

Dalam forum tersebut, Singh menegaskan posisi strategis kawasan Asia Tenggara bagi kebijakan luar negeri dan pertahanan New Delhi.

India memiliki komitmen yang kuat terhadap negara-negara ASEAN,” kata Menteri Pertahanan India Rajesh Kumar Singh tanpa mengungkapkan detail lebih lanjut tentang kesepakatan terkait BrahMos.

Baca Juga :  Adolf Hitler Uunona di Namibia Bersiap Hadapi Pemilu Lokal, Tegaskan Jauhi Ideologi Nazi

Lompatan Industri Pertahanan New Delhi

Penjualan rudal ke Vietnam ini menjadi tonggak sejarah baru setelah sebelumnya India sukses mengekspor sistem rudal serupa ke Filipina. Di bawah kepemimpinan domestik yang ambisius, India memang tengah gencar mentransformasi diri dari negara importir senjata terbesar menjadi produsen manufaktur pertahanan mandiri, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun pasar ekspor global.

Meskipun detail resmi mengenai nilai kontrak dengan Vietnam tidak dibeberkan secara rinci oleh sang menteri dalam pidatonya, skala kesepakatan ini diprediksi bernilai sangat fantastis.

Baca Juga :  Antusiasme Berlebihan Fans RCB Picu Kerusuhan dan Kerumunan Tak Terduga di Bengaluru

“Sebelumnya Reuters mengutip sebuah sumber melaporkan, kesepakatan dengan Vietnam bisa bernilai sekitar 60 miliar rupee ($629 juta), termasuk pelatihan dan dukungan logistik.”

Suntikan dana segar dan kerja sama jangka panjang ini diyakini tidak hanya akan memperkuat postur pertahanan Vietnam di kawasan Laut China Selatan, tetapi juga mempererat poros kemitraan strategis antara New Delhi dan negara-negara anggota ASEAN dalam menjaga stabilitas keamanan kawasan.***

Editor : Alysa

Sumber : kontan.co.id