Dituduh Cuma Gimmick Promosi, Cynthia Erivo Bongkar Fakta Persahabatan dengan Ariana Grande

0
Cynthia Erivo
Cynthia Erivo dan Ariana Grande.Foto : vanityfair.com

NARASITODAY.COM, LOS ANGELES – Megahnya visual dan melodi indah Negeri Oz dalam film musikal Wicked, tersimpan sebuah ikatan emosional yang nyata antara dua bintang utamanya, Cynthia Erivo dan Ariana Grande. Namun, di panggung Hollywood yang penuh kepalsuan, ketulusan sering kali dipandang dengan rasa curiga. Persahabatan erat antara pemeran Elphaba dan Glinda ini ramai dituding oleh netizen hanya sebatas gimmick murah demi mendongkrak promosi film mereka.

Menanggapi tuduhan miring tersebut, Cynthia Erivo akhirnya buka suara. Dalam wawancara eksklusif terbarunya bersama Variety, aktris berbakat berusia 39 tahun itu mengenang kembali kilas balik jadwal promosi maraton yang super padat untuk film Wicked (rilis November 2024) hingga sekuelnya, Wicked: For Good yang tayang pada November 2025 lalu.

Di balik senyum profesional di depan karpet merah, Cynthia mengakui tekanan konstan tersebut sempat membawa dirinya dan Ariana ke titik burnout dan stres yang sangat berat.

“Aku rasa orang-orang nggak percaya kalau kami beneran berteman,” ungkap Cynthia, yang juga merupakan nominator piala Oscar tersebut.

Baca Juga :  Tarra Budiman Berbagi Pengalaman Umrah Pertamanya dan Rasa Takutnya akan Salah Bicara

Komitmen Nyata di Luar Kamera

Aktris asal Inggris ini menegaskan bahwa hubungannya dengan Ariana Grande di dunia nyata bukanlah rekayasa agensi. Ia membeberkan fakta bahwa penyanyi berusia 32 tahun itu hampir setiap hari bertukar pesan teks dengannya untuk sekadar saling mengecek kabar.

Menurut Cynthia, sinisme publik muncul hanya karena mereka tidak benar-benar mengenal kepribadian aslinya di balik layar kaca.

“Orang-orang nggak tahu sifat asli aku. Kalau aku berteman sama orang, aku bakal totalitas. Kalau nggak, nggak bakal sok dekat,” tegasnya secara blak-blakan.

Selama masa produksi intensif di bawah arahan sutradara Jon M. Chu, Cynthia dan Ariana telah memahat komitmen kuat untuk saling menjaga kewarasan mental satu sama lain. Menghadapi komentar nyinyir “psikolog dadakan” di media sosial yang menyebut keakraban mereka hanyalah akting teatrikal, Cynthia pun melayangkan sindiran yang cukup menohok.

“Menarik melihat bagaimana persepsi orang-orang dibanding kenyataan yang sebenarnya,” ujar Cynthia.

Baca Juga :  Sisca Saras Membagi Pengalaman Hubungan Tak Selaras Lewat Single 'Cinta Setara'

“Banyak ‘psikolog dadakan’ yang cuma duduk di rumah, menganalisis siapa kami, apa yang lagi kami lalui, apa yang kami lakukan, dan kenapa kami begitu,” tambahnya menyindir para kritikus digital.

Mematahkan Stigma Perang Ego Hollywood

Bagi Cynthia, kehebohan netizen yang meragukan ketulusan mereka tak lebih dari sekadar drama kecil yang dibesar-besarkan (storm in a teacup). Di luar rasa lelah secara fisik dan psikis selama tur promosi global, ia tetap bersyukur karena proyek Universal Pictures ini telah mengubah garis hidupnya menjadi jauh lebih berwarna.

Rahasia keharmonisan mereka sebenarnya telah tertuang dalam buku memoar pribadi Cynthia berjudul Simply More: A Book for Anyone Who Has Been Told They’re Too Much yang terbit pada November 2025. Dalam buku tersebut, ia mengungkapkan adanya sebuah ‘perjanjian suci’ yang mereka sepakati bahkan sebelum kamera perdana syuting mulai merekam.

Cynthia menulis bahwa mereka secara sadar berjanji untuk menjadi perisai pelindung satu sama lain selama proses produksi yang melelahkan. Langkah ini sengaja diambil karena mereka berdua sangat paham akan stigma toksik yang melekat di industri hiburan global. Selama puluhan tahun, publik seolah selalu disuguhi narasi miring tentang rivalitas persaingan ego antar-aktris utama yang berujung pada pertengkaran di lokasi syuting.

Baca Juga :  Smartphone Kamu Punya 5 Kamera Ini? Mungkin Sebagian Besar Cuma Gimmick Saja!

Tak ingin terjebak dalam lingkaran stereotip tersebut, Cynthia dan Ariana membuktikan bahwa dua perempuan kuat bisa saling menyayangi, mendukung, dan bersinar bersama tanpa harus saling menjatuhkan.

Pada akhirnya, ketika lampu bioskop padam dan riuh rendah promosi Wicked mulai mereda, esensi yang tersisa bukan lagi tentang angka box office atau strategi pemasaran. Bagi Cynthia Erivo dan Ariana Grande, ikatan yang mereka bangun di ruang ganti yang sepi dan pesan teks larat malam adalah jangkar yang menyelamatkan mereka dari badai popularitas.

Di dunia yang menuntut segalanya diukur dengan keuntungan, persahabatan mereka adalah sebuah anomali sebuah pembuktian bahwa keajaiban sejati Wicked justru terjadi ketika kamera berhenti berputar.***

Editor : Alysa

Sumber : wolipop