NARASITODAY.COM,TANJUNG SELOR – Gelar Puteri Indonesia Kebudayaan 2026 yang diraih oleh Nilam Onasis Sahputri menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kalimantan Utara. Perempuan asal provinsi paling utara di Pulau Kalimantan itu kini mengemban misi besar untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerahnya ke tingkat nasional hingga internasional.
Keberhasilan Nilam menembus jajaran Top 5 Puteri Indonesia 2026 tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi promosi budaya Kalimantan Utara. Dengan latar belakang sebagai putri daerah, ia berkomitmen menjadikan Kaltara sebagai salah satu wajah kebudayaan Indonesia yang dikenal dunia.
Komitmen tersebut mulai diwujudkan melalui kunjungannya ke Tanjung Selor dalam rangka melakukan serangkaian agenda strategis bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.
Dalam kunjungan itu, Nilam menegaskan bahwa Kalimantan Utara memiliki potensi budaya yang besar dan layak mendapat perhatian lebih luas dari masyarakat internasional.
Menurutnya, posisi Kalimantan Utara sebagai wilayah perbatasan justru menjadi kekuatan yang dapat memperkaya identitas budaya Indonesia.
“Kalimantan Utara bukan sekadar wilayah perbatasan. Daerah ini adalah beranda terdepan Indonesia yang menyimpan kekayaan budaya luar biasa. Saya ingin dunia mengenal Kaltara bukan hanya karena letak geografisnya, tetapi karena budaya, tradisi, dan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakatnya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (4/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Nilam bertemu dengan Ingkong Ala untuk membahas berbagai peluang promosi budaya daerah. Ia menawarkan pendekatan yang lebih modern dengan memanfaatkan teknologi digital dan komunikasi lintas bahasa guna menjangkau generasi muda sekaligus wisatawan mancanegara.
Menurut Nilam, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan pola komunikasi masyarakat saat ini.
“Budaya yang mampu bertahan bukan hanya budaya yang dilestarikan, tetapi juga budaya yang terus diperkenalkan, diceritakan, dan relevan dengan perkembangan zaman,” tuturnya.
Pemanfaatan media sosial, platform digital, dan konten kreatif dinilai menjadi salah satu strategi efektif untuk memperkenalkan budaya lokal kepada audiens yang lebih luas. Langkah tersebut diharapkan mampu menjadikan budaya Kalimantan Utara lebih dekat dengan generasi muda tanpa kehilangan nilai dan identitas aslinya.
Tidak hanya fokus pada promosi budaya, Nilam juga menaruh perhatian terhadap peran keluarga dalam menjaga warisan leluhur. Dalam audiensi bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kalimantan Utara, Rahmawati Zainal, ia menekankan pentingnya pendidikan budaya yang dimulai dari lingkungan keluarga.
“Dari keluarga lahir generasi yang mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budayanya sendiri,” katanya.
Gagasan dan semangat yang dibawa Nilam mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Wakil Gubernur Kalimantan Utara menilai kehadiran Nilam sebagai figur nasional yang berasal dari daerah merupakan aset penting dalam memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata Kaltara kepada publik yang lebih luas.
Sementara itu, Rahmawati Zainal menyebut pencapaian Nilam di ajang Puteri Indonesia sebagai inspirasi bagi generasi muda Kalimantan Utara untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi daerah.
Di tengah derasnya arus modernisasi, langkah yang ditempuh Nilam menjadi gambaran bagaimana generasi muda dapat berperan sebagai jembatan antara pelestarian budaya dan perkembangan zaman. Melalui gelar yang kini disandangnya, ia berharap budaya Kalimantan Utara tidak hanya dikenal sebagai warisan lokal, tetapi juga menjadi bagian dari identitas Indonesia yang dihargai di panggung dunia.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com














