Truk Mogok di Gurun Sahara, 49 Warga Niger Tewas Kelaparan dan Kehausan

0
Gurun Sahara
Ilustrasi Gurun Sahara.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, AGADEZ – Tragedi memilukan melanda wilayah terpencil di Gurun Sahara, Niger utara. Setidaknya 49 orang dilaporkan meninggal dunia akibat dehidrasi ekstrem setelah truk yang mereka tumpangi mengalami kerusakan mesin. Akibatnya, puluhan penumpang terdampar selama berhari-hari di tengah lautan pasir yang membakar tanpa pasokan air.

Pemerintah Provinsi Agadez mengonfirmasi bahwa para korban tewas merupakan rombongan pekerja dan perantau yang sedang dalam perjalanan pulang dari Mali. Mereka menempuh perjalanan jauh dengan harapan bisa merayakan Hari Raya Idul Adha bersama keluarga tercinta di kampung halaman mereka di Niger. Namun, perjalanan mudik tersebut justru berubah menjadi petaka kemanusiaan.

“Sebanyak 49 orang meninggal karena kehausan di daerah terpencil lebih dari 80 km sebelah barat Assamaka. Disebabkan kekurangan air dan tidak mampu memperbaiki kendaraan meskipun pengemudi, asistennya, dan para penumpang telah berusaha, para pelancong tersebut terjebak di tengah kondisi alam yang tidak bersahabat di mana suhu ekstrem dan ketiadaan titik perbekalan membuat kelangsungan hidup sangat sulit,” kata pemerintah provinsi dalam pernyataan resminya yang dikutip dari Aljazeera, Sabtu (7/6/2026).

Baca Juga :  Sajikan Semur Daging Kentang yang Nikmat: Resep Praktis untuk Sahur dan Buka Puasa

Perjuangan Dua Korban Selamat

Di tengah situasi yang mencekam dan keputusasaan yang mendalam, mukjizat kecil terjadi. Dua orang penumpang berhasil bertahan hidup dengan mengerahkan sisa-sisa tenaga terakhir mereka.

Keduanya nekat berjalan kaki sejauh lebih dari 50 kilometer (31 mil) menerobos terik gurun demi mencari sumber air. Setelah berhasil membasahi tenggorokan, mereka melanjutkan perjalanan ke kota Assamaka dan langsung melapor kepada pihak berwenang.

Baca Juga :  Dorong Digitalisasi Perencanaan Wilayah, Pemkab Bogor Kenalkan Platform GIS "KABISA" di Tanjungsari

Mendapat laporan tersebut, Gubernur Jenderal Wilayah Agadez, Ibra Boulama Issa, segera mengirimkan delegasi penyelamat ke lokasi kejadian. Dari sana diketahui bahwa truk malang tersebut sebenarnya telah melakukan perjalanan selama beberapa hari dari kota Talhandek di Mali, yang berjarak sekitar 300 kilometer dari perbatasan Niger.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti komponen mesin apa yang menyebabkan kerusakan fatal pada truk tersebut, atau sudah berapa hari tepatnya para penumpang telantar menunggu bantuan. Segala daya upaya yang dilakukan oleh pengemudi, asisten, dan para penumpang untuk mengotak-atik mesin di tengah kepungan pasir terbukti sia-sia.

Pemandangan Mengerikan di Tengah Pasir

Ketika tim penyelamat tiba di lokasi, mereka disambut oleh pemandangan yang menyayat hati di bawah terik matahari Sahara.

Baca Juga :  Aksi Bom Bunuh Diri Gegerkan Pernikahan di Pakistan, Tujuh Orang Tewas

“Di tempat kejadian, temuan-temuan tersebut sangat mengerikan. Puluhan mayat ditemukan di bawah truk yang tidak bergerak dan di sekitarnya,” sebut pemerintah provinsi Agadez, menggambarkan bagaimana para korban mencoba berlindung di balik bayangan truk dari sengatan matahari sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Zona gurun di Niger utara memang sejak lama dikenal sebagai jalur transit yang rawan bagi para pengungsi dan imigran yang mencoba bermigrasi dari negara-negara Afrika menuju Eropa.

Di lintasan maut ini, alam sering kali menjadi hakim yang kejam; sudah tak terhitung berapa banyak nyawa yang terkubur dan hilang karena kehausan serta kelaparan di tengah hamparan pasir yang tak bertepi.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com