NARASITODAY.COM,BOGOR – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, meminta pemerintah daerah segera melarang aktivitas perburuan di kawasan yang berdekatan dengan permukiman warga. Desakan itu muncul setelah seorang bocah laki-laki berinisial MAS (9) tewas akibat serangan anjing di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Peristiwa tragis yang terjadi di area sekitar semak-semak itu menyisakan duka mendalam bagi warga setempat. Di tengah suasana desa yang biasanya tenang, insiden tersebut kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan aparat terkait.
Sastra menilai keberadaan aktivitas perburuan di wilayah yang dekat dengan permukiman berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. Ia meminta adanya kebijakan tegas agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Ada titik-titik yang memang kalau dekat dengan masyarakat, ada imbauan untuk tidak melakukan perburuan apapun itu,” kata Sastra kepada wartawan, Rabu (10/6/2026).
Ia juga menyoroti populasi anjing pemburu di wilayah Jasinga yang dinilai cukup banyak dan perlu pengawasan lebih ketat. Menurutnya, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko bagi warga, terutama anak-anak yang beraktivitas di sekitar area terbuka.
“Kalau kita lihat anjingnya banyak sekali yang di Jasinga itu. Kita minta kepada pemerintah daerah untuk menggunakan imbauan untuk daerah-daerah tertentu untuk perburuan apapun,” tegasnya.
Selain meminta pembatasan aktivitas perburuan, Sastra juga menekankan pentingnya tanggung jawab para pemilik anjing. Ia mengingatkan agar hewan peliharaan, khususnya anjing pemburu, mendapatkan perawatan yang baik termasuk vaksinasi rabies secara berkala.
Di tengah meningkatnya kekhawatiran warga, isu keamanan lingkungan kembali mencuat di wilayah pedesaan yang berbatasan langsung dengan area aktivitas perburuan. Warga berharap ada pengawasan lebih ketat agar ruang hidup mereka tetap aman, terutama bagi anak-anak.
“Ini pelajaran buat kita semua, apalagi buat pecinta-pecinta anjing untuk selalu menjaga dan selalu vaksin rabies. Untuk semua pecinta anjing agar segera memeriksa anjing-anjingnya,” ucapnya.
Sastra juga meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus kematian MAS yang saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Ia menekankan pentingnya kepastian hukum agar peristiwa tersebut dapat terang benderang dan menjadi dasar pencegahan ke depan.
Tragedi yang menimpa bocah 9 tahun itu meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Di balik duka tersebut, muncul dorongan agar regulasi dan pengawasan terhadap aktivitas perburuan serta kepemilikan hewan berisiko di sekitar permukiman diperketat, demi mencegah jatuhnya korban berikutnya.***
Editor : Alysa
Wartawan : Amelia Azizah
Sumber : Timetoday.id














