Menteri Pendidikan India Mundur di Tengah Gelombang Protes Kebocoran Soal Ujian

0
India
Ilustrasi bendera india. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, NEW DELHITekanan hebat dari gelombang unjuk rasa kaum muda di berbagai penjuru India akhirnya membuahkan hasil. Pada Sabtu (25/7/2026), Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan kabinet, memberikan kemenangan moral besar bagi para demonstran yang menuntut pertanggungjawaban atas skandal kebocoran soal ujian nasional.

Pengumuman pengunduran diri tersebut disampaikan Pradhan melalui platform X di tengah situasi ibu kota yang kian memanas. Keputusan itu keluar persis saat aparat kepolisian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa pemuda di New Delhi hanya beberapa jam sebelum para pimpinan demonstran dijadwalkan menggelar putaran pembicaraan lanjutan dengan jajaran menteri.

Baca Juga :  IKN Wujudkan Kota Layak Huni dengan Pembangunan Sekolah Berkualitas Bersamaan Infrastruktur Pemerintahan

Melalui unggahannya, Pradhan mengungkapkan alasannya melangkah mundur dari kursi menteri demi menjaga kondusivitas nasional.

“Mengingat situasi yang terjadi di Jantar Mantar dan di seluruh negeri, agar kekuatan anti-nasional tidak memanfaatkan situasi ini… saya telah mengirimkan surat pengunduran diri saya kepada Perdana Menteri,” tulis Pradhan.

Ia juga menambahkan komitmennya terhadap para penuntut keadilan dengan menulis, “Saya sangat menghormati aspirasi, perasaan, dan harapan yang sah dari kaum muda negara ini.”

Gemuruh Kemenangan di Tengah Pengetatan Keamanan

Begitu kabar pengunduran diri Pradhan tersebar luas melalui gawai para demonstran, sorak-sorai kemenangan langsung membahana di antara ribuan pemuda yang bertahan di pusat Kota Delhi dan berbagai titik aksi lainnya.

Baca Juga :  Tertarik Mendaki Carstensz? Inilah 5 Hal yang Wajib Kamu Ketahui Sebelum Memulai Petualangan

Momen dramatis ini terjadi di tengah upaya ketat otoritas federal dalam membatasi pergerakan massa. Sebelumnya, pemerintah sempat membatasi akses internet serta menutup layanan di 18 stasiun kereta metro demi membendung gelombang pengunjuk rasa yang terus berdatangan ke ibu kota.

Puncak Amarah Kaum Muda dan Akar Masalah

Eskalasi amarah para mahasiswa dan pemuda India sebenarnya telah memuncak sejak Senin lalu. Kala itu, bentrokan pecah saat polisi melancarkan serangan pentungan dan menembakkan gas air mata untuk menghalau kerumunan massa yang berbaris menuju gedung parlemen, hingga mengakibatkan banyak mahasiswa mengalami luka-luka.

Baca Juga :  KPK Tetapkan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Korupsi Kuota Haji

Aksi massa berkepanjangan yang dipelopori oleh generasi muda ini bermula dari kemarahan atas kebocoran soal ujian masuk perguruan tinggi sebuah ujian krusial yang menentukan masa depan akademis mereka. Namun, isu kebocoran soal tersebut dengan cepat bertransformasi menjadi bola salju yang memantulkan ketidakpuasan mendalam masyarakat atas:

  • Sulitnya akses dan kelangkaan lapangan kerja bagi lulusan muda.
  • Praktik korupsi dalam sistem seleksi publik.
  • Lemahnya akuntabilitas dan transparansi di tubuh pemerintah.

Pengunduran diri Dharmendra Pradhan kini menjadi tonggak sejarah baru dalam pergerakan pemuda India, sekaligus sinyal keras bagi pemerintah pusat atas daya tekan suara generasi muda di bilik-bilik kebijakan publik.***

Editor : Alysa

Sumber : kontan.co.id