Knicks Cetak Comeback Terbesar dalam Sejarah Final NBA, Taklukkan Spurs 107-106

0
Knicks
New York Knicks.Foto : mainbasket

NARASITODAY.COM,NEW YORK  – Gemuruh di dalam Madison Square Garden seketika pecah menjadi histeria yang memekakkan telinga pada Kamis (11/6/2026) pagi WIB. Ribuan pendukung New York Knicks bersorak, berpelukan, dan sebagian seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka saksikan di atas lantai kayu lapangan basket legendaris tersebut.

Knicks baru saja mengukir sejarah emas dengan mencatatkan rekor membalikkan keadaan (comeback) terbesar sepanjang sejarah Final NBA saat menundukkan San Antonio Spurs di gim keempat.

Sempat berada di tepi jurang dan tertinggal hingga selisih 29 poin, anak-anak asuh New York menolak menyerah hingga akhirnya menutup duel dramatis tersebut dengan kemenangan tipis 107-106.

Kuarter Awal yang Menjadi Neraka bagi Tuan Rumah

Pertandingan yang berlangsung sejak Rabu (10/6/2026) waktu setempat ini awalnya berjalan laksana mimpi buruk bagi publik New York. Pada kuarter pertama, akurasi tembakan skuad Knicks mendadak dingin dan banyak melenceng.

Baca Juga :  Arsenal Puncak Klasemen Liga Inggris 2026 dengan 25 Poin dari 12 Laga

Kondisi ini dimanfaatkan dengan sempurna oleh pasukan Spurs yang tampil sangat impresif dalam bertahan dan tajam melalui eksekusi tembakan tiga angka (three point). Spurs melesat jauh dengan keunggulan 41-22.

Dominasi tim tamu tidak mengendur di kuarter kedua. Dipimpin oleh Dylan Harper dan kolega, San Antonio terus mendikte permainan dan memperlebar jarak keunggulan menjadi 27 poin, menutup paruh pertama dengan skor mencolok 76-49.

Puncak penderitaan Knicks terjadi di awal kuarter ketiga saat Spurs melesatkan poin hingga kedudukan berubah menjadi 78-49. Selisih 29 poin di fase krusial Final NBA di atas kertas hampir mustahil untuk dikejar oleh tim mana pun.

Menolak Tunduk dan Poin Penentu OG Anunoby

Baca Juga :  Penikaman Massal Guncang Penn Station New York, Enam Orang Terluka Jelang Final NBA dan Kunjungan Trump

Namun, mentalitas New York berbicara. Dimotori oleh sisa-sisa semangat dan dukungan publik sendiri, Jordan Clarkson dan kawan-kawan perlahan tapi pasti mulai merayap memperkecil ketertinggalan. Meski kuarter ketiga berakhir dengan keunggulan Spurs 90-75, momentum pertandingan sudah mulai bergeser ke kubu tuan rumah.

Kuarter keempat sepenuhnya bertransformasi menjadi panggung pertunjukan milik Knicks. Dipimpin oleh performa luar biasa sang point guard Jalen Brunson yang menjadi bintang lapangan dengan torehan 36 poin, Knicks terus membombardir pertahanan Spurs yang mulai goyah.

Di kubu lawan, sang center tangguh Victor Wembanyama sebenarnya sudah berjuang keras menahan gempuran dengan sumbangan 24 angka bagi Spurs, namun arus magis Knicks tak lagi terbendung.

Detik-detik akhir pertandingan berjalan luar biasa menegangkan. Klimaks dari drama ini lahir lewat aksi dingin OG Anunoby. Saat waktu di papan skor hanya tersisa 1,2 detik, Anunoby sukses melesatkan poin terakhir yang membalikkan kedudukan sekaligus mengunci skor akhir menjadi 107-106 untuk kemenangan Knicks.

Baca Juga :  Gregoria Tunjung Bangkit, Harapkan Titik Cerah di Kejuaraan Dunia 2025

Melampaui Rekor Legendaris Boston Celtics

Keberhasilan mengejar defisit 29 poin ini resmi membawa New York Knicks melompati catatan sejarah lama. Mereka memecahkan rekor comeback Final NBA yang sebelumnya dipegang oleh Boston Celtics selama 18 tahun. Kala itu pada Final NBA 2008, Celtics mencatatkan sejarah dengan membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal 24 poin dari musuh bebuyutan mereka, Los Angeles Lakers.

Gim keempat ini tidak hanya menjadi sekadar angka kemenangan dalam seri final, melainkan sebuah pesan tegas tentang determinasi dan keajaiban yang bisa terjadi ketika sebuah tim menolak untuk menyerah pada kemustahilan.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com