Gregoria Tunjung Bangkit, Harapkan Titik Cerah di Kejuaraan Dunia 2025

0
vertigo
Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, terus berjuang melawan vertigo yang dideritanya sejak Maret 2025.(Foto : jawapos.com)

NARASITODAY.COM – Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, masih berjuang melawan penyakit vertigo yang belum sepenuhnya pulih menjelang Kejuaraan Dunia 2025 di Paris, yang akan berlangsung pada 25–31 Agustus mendatang. Kondisi tersebut membuat Gregoria harus mencari strategi agar tetap bisa tampil maksimal di ajang bergengsi tersebut.

Gregoria diketahui mulai mengalami vertigo sejak Maret 2025. Dalam setiap episode, ia mengalami gangguan keseimbangan, muntah, dan hanya bisa berbaring selama 4–5 jam. Akibatnya, ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit dan absen dari sejumlah turnamen.

Gregoria baru kembali bertanding di Japan Open dan China Open pada pertengahan Juli. Namun, saat berlaga di babak perempat final China Open, vertigonya sempat kambuh. Ia terlihat duduk lama di pinggir lapangan dengan kepala tertunduk, hingga lawannya, Han Yue, memanggil tim medis untuk memeriksa kondisinya.

“Di China kemarin sempat ada kambuh lagi, tapi sebenarnya aku tahu trigger-nya lampu-lampu sorot. Sejak match pertama hingga babak kedua itu tidak ada lampu sorot, sementara di delapan besar ada. Jadi lampunya itu (mengarah) kemana-mana,” ujar Gregoria saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.

Baca Juga :  Indonesia Siap Tantang Yaman di Matchday Kedua Piala Asia U-17 2025

Ia mengaku sempat merasa khawatir saat pemanasan karena pencahayaan yang mengganggu. “Saat aku warm up itu sebenarnya sudah kayak agak takut. Lalu aku sempat minggir. Aku kira pas aku minggir, ganti raket gitu-gitu, mengulur waktu, bakal setop. Tapi enggak, jadi trigger-nya itu. Sebenarnya sangat disayangkan saja, kayak enggak pas saja waktu kambuhnya,” tuturnya.

Gregoria menjelaskan bahwa lampu sorot sering menjadi pemicu kambuhnya vertigo. “Iya karena kalau lampu sorot itu kan dia mantulnya ke atas gitu kan. Gedungnya (venue) cukup besar dan kebetulan aku menghadapnya (ke area) panggung. Kelap kelip juga,” lanjutnya.

Ia telah berkonsultasi dengan dokter untuk mencari solusi, termasuk kemungkinan menggunakan kacamata hitam saat memasuki lapangan. “Kalau dari dokter mungkin kita bisa cari cara untuk mencegahnya gitu. Kemarin sempat ada solusi kayak pakai kaca mata hitam dulu kali ya pas masuk lapangan. Cuma sampai sekarang masih dipikirkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Putri KW Bermain Cerdik, Maju Mulus ke Semifinal Australia Open 2025

Gregoria juga mulai lebih memperhatikan posisi bermain dan arah lampu sorot. “Mungkin bisa diakali, bisa lebih diperhatikan juga sekitarnya, kira-kira kemungkinan apa yang bisa bikin aku kambuh. Karena sebelum kena vertigo, aku tak pernah memperhatikan di mana lampu sorotnya. Aku harus posisi bagaimana,” ujarnya.

“Tetapi dengan sudah tahu aku punya kelemahan di situ jadi mungkin aku dan pelatih, kalau sudah tahu main pertama nih, tanya dulu lampu sorotnya kemana. Aku ambil posisi mana yang lebih enak. Enggak tahu juga ya minta lampu sorotnya di mana atau mungkin, semoga saja bisa lebih diperhatikan sekitar supaya tak terjadi lagi,” tambahnya.

Selain itu, Gregoria juga menjalani terapi akupunktur, menjaga pola makan dan tidur, serta menghindari pemicu vertigo. “Seperti enggak boleh telat makan, enggak boleh kekurangan cairan, rajin minum vitamin, aku fisio juga untuk coba belajar melihat satu objek. Matanya yang dilatih,” katanya.

Baca Juga :  Tambang Ilegal di Yunnan Ambruk, 5 Penambang Tewas di Tengah Sisi Kelam Industri Tambang China

Juara Japan Masters 2023 itu optimistis bahwa vertigonya bisa sembuh, meski membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan orang biasa. “Pasti bisa (sembuh vertigo). Setelah aku kena vertigo aku banyak tanya ke orang yang pernah kena. Banyak yang sembuh sebetulnya, cuma mungkin karena mereka bukan atlet jadi enggak merasa perlu waktu untuk sembuh,” ungkapnya.

“Sedangkan aku atlet dan aku harus latihan, yang membedakan itu sih. Tapi pastinya aku bisa bilang perkembangan vertigo aku sudah membaik. Maksudnya enggak sering kambuh. Mungkin kemarin (di China Open) itu kena trigger-nya, bahkan sebelum Jepang dan China aku latihan capek apa saja oke kok,” tegas Gregoria.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com