NARASITODAY.COM, BOGOR- Aksi pencurian kendaraan bermotor kembali menghantui wilayah Cigudeg, Kabupaten Bogor. Kali ini, sepeda motor milik seorang relawan MBG Rengasjajar raib digondol maling di siang bolong, Senin (15/6), tepat di depan dapur SPPG Rengasjajar, Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg.
Motor yang hilang diketahui merupakan Honda Beat Street Brown bernomor polisi F 2093 FLO milik Bayu, seorang relawan sekaligus wartawan media lokal.
Peristiwa itu baru disadari korban saat melihat kejanggalan di area parkir. Jaket miliknya yang semula berada di atas motor mendadak berpindah ke jok kendaraan lain yang terparkir di sebelahnya.
“Pertama kali saya tahu itu ketika melihat jaket saya sudah pindah posisinya ada di jok motor orang lain. Saya dekati tempat parkir dan motor ternyata sudah hilang,” ungkap Bayu usai kejadian.
Bayu kemudian berupaya mencari informasi kepada sesama relawan yang berada di sekitar lokasi. Namun, tak seorang pun mengetahui ataupun melihat aksi pelaku yang diduga beroperasi secara cepat dan terorganisir.
Korban kini telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cigudeg.
Ia berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap pelaku sekaligus membongkar jaringan pencurian kendaraan bermotor yang belakangan disebut semakin marak di wilayah tersebut.
Kasus yang dialami Bayu dinilai bukan sekadar tindak kriminal biasa. Peristiwa ini menjadi gambaran keresahan masyarakat terhadap maraknya aksi curanmor yang terus berulang tanpa penyelesaian yang jelas.
Warga mulai mempertanyakan efektivitas patroli dan langkah pencegahan yang dilakukan aparat kepolisian, khususnya dalam memetakan hingga memberantas sindikat pencurian kendaraan bermotor yang diduga beroperasi di wilayah Cigudeg dan sekitarnya.
Di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat, kehilangan kendaraan bermotor menjadi pukulan berat bagi warga. Pasalnya, sepeda motor bukan hanya alat transportasi, tetapi juga penunjang utama aktivitas dan sumber penghidupan sehari-hari.
Masyarakat pun berharap aparat penegak hukum tidak hanya berhenti pada proses penerimaan laporan, tetapi juga melakukan langkah konkret dan tindakan tegas terhadap para pelaku.
“Polsek Cigudeg jangan hanya menerima laporan. Kami ingin ada tindakan nyata agar pelaku curanmor bisa ditangkap dan masyarakat kembali merasa aman,” ujar salah seorang warga.
Wartawan : Andreas













