NARASITODAY.COM, BRNO – Kendati gagal menapakkan kaki di tangga podium Sirkuit Automotodrom Brno, pembalap muda asal Indonesia, Veda Ega Pratama, sukses mencuri perhatian dunia.
Pemuda berusia 17 tahun asal Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta ini menyandang predikat tidak resmi sebagai pembalap terbaik berkat aksi comeback fenomenal sepanjang 16 putaran balapan di Moto3 Ceko, Minggu (21/6/2026).
Veda menyudahi balapan dengan finis di urutan kelima. Pencapaian ini terbilang luar biasa mengingat pembalap andalan Honda Team Asia tersebut harus mengawali balapan dari barisan belakang akibat penalti berat yang diterimanya pasca-sesi kualifikasi.
Sejatinya, berdasarkan hasil kualifikasi murni pada Sabtu (20/6/2026), Veda berhak mengamankan posisi start kedelapan. Namun, steward menjatuhkan hukuman turun 12 posisi start karena Veda dinilai melakukan pelanggaran regulasi saat kualifikasi berlangsung. Alhasil, ia terlempar jauh ke grid ke-20.
Melawan Tekanan, Merayap Di Antara Dominasi KTM
Sentuhan drama sirkuit dimulai sejak lampu start padam. Berada di urutan belakang tidak membuat mental pembalap muda ini ciut. Alih-alih tertekan oleh kepungan puluhan pembalap di depannya, Veda justru tampil lepas dengan target yang tetap tinggi sejak awal yaitu menembus barisan depan dan mengincar podium.
Akselerasi motor Honda tunggangannya begitu agresif dan presisi, membuat rival-rivalnya satu per satu bertekuk lutut. Puncaknya terjadi saat balapan baru memasuki putaran keenam, di mana Veda secara spektakuler sempat merangsek masuk ke posisi tiga besar.
Namun, mempertahankan ritme di barisan depan bukan perkara mudah. Menjelang lap-lap akhir, Veda mulai menemui kendala teknis pada kendaraannya. Celah ini langsung dimanfaatkan dengan baik oleh dua pembalap di belakangnya untuk mengambil alih posisi keempat dan kelima, hingga akhirnya memaksa Veda harus puas menyentuh garis finis di peringkat kelima.
Melampaui Rekor Sang Juara
Meski trofi juara Moto3 Ceko seri kesembilan ini jatuh ke tangan pembalap asal Malaysia, Hakim Danish, torehan statistik Veda Ega Pratama justru jauh lebih mencolok. Veda tercatat sebagai pembalap dengan lonjakan peringkat terbanyak sepanjang balapan dengan naik 15 posisi dari titik startnya.
Efisiensi aksi overtake (menyalip) milik Veda bahkan melampaui statistik sang juara, Hakim Danish. Danish, yang memulai balapan dari posisi ke-14, memenangi balapan setelah naik 13 peringkat.
Keberhasilan finis di posisi kelima ini sekaligus menasbihkan Veda Ega Pratama sebagai pembalap pengguna mesin motor Honda dengan performa terbaik di GP Ceko. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri mengingat empat pembalap yang berhasil finis di depan Veda seluruhnya merupakan penunggang motor bermesin KTM yang mendominasi jalannya balapan.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com













