Mesir Siap Bagikan Pengalaman Bangun Ibu Kota Baru untuk Dukung Pengembangan IKN

0
IKN
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Foto : Ist

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Pemerintah Mesir menyatakan kesiapannya untuk berbagi pengalaman dan keahlian dalam pembangunan ibu kota baru kepada Indonesia yang saat ini tengah melanjutkan pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Komitmen tersebut disampaikan Duta Besar Republik Arab Mesir untuk Indonesia, Yasser Hassan Farag Elshemy, yang menilai kedua negara memiliki kesamaan pengalaman dalam membangun pusat pemerintahan baru sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka panjang.

Mesir, yang telah lebih dahulu membangun ibu kota administratif baru di timur Kairo, menyatakan siap mendukung Indonesia melalui transfer pengetahuan dan pengalaman teknis yang diperoleh selama proses pembangunan.

“Kami siap mentransfer seluruh pengetahuan teknis dan keahlian kami untuk membantu saudara-saudara kami di Indonesia menyelesaikan pembangunan ibu kota baru,” kata Elshemy saat perayaan Hari Nasional Republik Arab Mesir ke-74 di Jakarta Selatan, dikutip Kamis (25/6/2026).

Menurut Elshemy, pengalaman Mesir dalam membangun New Administrative Capital atau yang kini dikenal sebagai The New Capital dapat menjadi referensi bagi Indonesia dalam mengembangkan IKN yang dirancang sebagai pusat pemerintahan masa depan.

Baca Juga :  Pemkab Bogor dan Pemkot Bogor Bahas Enam Isu Strategis Pembangunan Daerah

Proyek ibu kota baru Mesir tersebut merupakan salah satu pembangunan perkotaan terbesar di kawasan Timur Tengah. Dengan nilai investasi mencapai sekitar US$58 miliar atau setara Rp1.042 triliun, kawasan itu dibangun sekitar 45 kilometer di sebelah timur Kairo di atas lahan seluas kurang lebih 71.400 hektare.

Pembangunan yang berlangsung selama hampir satu dekade itu dirancang untuk mengurangi kepadatan penduduk dan aktivitas pemerintahan di Kairo, sekaligus menciptakan pusat administrasi modern yang mampu mendukung kebutuhan negara dalam jangka panjang.

Kini, The New Capital telah berfungsi sebagai pusat administrasi pemerintahan Mesir, sementara Kairo tetap mempertahankan perannya sebagai ibu kota bersejarah dan pusat politik negara tersebut.

Delegasi Indonesia Pelajari Pengalaman Mesir

Baca Juga :  Kawanan Maling di Rumah TDP 6 Desa Cihud Terekam CCTV

Elshemy mengungkapkan komunikasi antara kedua negara terkait pembangunan ibu kota baru telah berlangsung secara aktif. Bahkan, sekitar dua bulan lalu, Mesir menerima kunjungan delegasi Indonesia yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Basuki Hadimuljono.

Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk bertukar pengalaman mengenai berbagai aspek pembangunan kota baru, mulai dari perencanaan kawasan, infrastruktur pendukung, hingga strategi pengelolaan perkotaan modern.

Menurut Elshemy, salah satu pelajaran penting dari pembangunan ibu kota baru Mesir adalah pentingnya konektivitas dengan pusat ekonomi dan permukiman yang sudah ada.

Karena itu, pemerintah Mesir membangun proyek Monorel Kairo sepanjang 110 kilometer yang menghubungkan wilayah barat Kairo dengan ibu kota administratif baru di bagian timur.

Infrastruktur transportasi tersebut menjadi salah satu tulang punggung mobilitas masyarakat dan aparatur pemerintahan, sekaligus memastikan aktivitas ekonomi tetap terhubung dengan pusat kota lama.

Kemitraan Strategis Kian Menguat

Baca Juga :  Olla Ramlan Masih Dirundung Duka Usai Kepergian Sang Ibunda

Selain kerja sama dalam pengembangan kota baru, hubungan Indonesia dan Mesir juga terus menunjukkan penguatan di berbagai sektor.

Momentum penting terjadi saat Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Mesir pada April 2025. Dalam kunjungan tersebut, kedua negara sepakat meningkatkan hubungan bilateral ke tingkat kemitraan strategis (Strategic Partnership).

Kesepakatan itu mencakup berbagai bidang kerja sama, mulai dari ekonomi, perdagangan, investasi, pendidikan, pertahanan, budaya, hingga pertukaran masyarakat.

Dengan semakin eratnya hubungan kedua negara, tawaran Mesir untuk berbagi pengalaman pembangunan ibu kota baru dinilai menjadi salah satu bentuk konkret kerja sama yang dapat mendukung percepatan pengembangan IKN.

Bagi Indonesia yang tengah membangun pusat pemerintahan baru dari nol, pengalaman Mesir dalam mengelola proyek berskala besar, membangun infrastruktur pendukung, serta memastikan konektivitas kawasan dapat menjadi referensi penting dalam mewujudkan IKN sebagai kota modern yang berkelanjutan di masa depan.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com