NARASITODAY.COM, GENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menyatakan bahwa wabah hantavirus yang sempat merebak di kapal pesiar MV Hondius telah berakhir pada Kamis (2/7/2026). Pengumuman ini dikeluarkan setelah seluruh sisa penumpang dan kru yang sempat menjalani karantina dinyatakan negatif dan menyelesaikan masa isolasi mereka.
Secara keseluruhan, virus yang sempat memicu alarm kesehatan internasional ini telah menginfeksi 13 orang dan merenggut 3 korban jiwa.
Ketakutan di Samudra yang Berakhir Lega
Mundur ke belakang, ketakutan mulai membayangi kapal pesiar MV Hondius tak lama setelah angkat sauh dari Argentina pada 1 April 2026 lalu. Kapal yang awalnya dijadwalkan membawa wisatawan menikmati keindahan samudra, justru berubah menjadi zona karantina apung ketika virus Andes salah satu galur (strain) hantavirus yang sangat langka terdeteksi di atas kapal pada pertengahan April.
Virus Andes sendiri dikenal sebagai patogen mematikan yang biasanya hanya bersirkulasi di kawasan Argentina dan Chili. Kehadirannya di tengah laut sempat memicu kepanikan massal terkait potensi penyebaran yang lebih luas.
Namun, setelah berbulan-bulan upaya pelacakan kontak erat yang melelahkan serta protokol karantina yang ketat di bawah pengawasan otoritas kesehatan global, titik terang akhirnya tiba.
“Wabah hantavirus yang terkait dengan kapal pesiar telah berakhir setelah kontak terakhir yang teridentifikasi dari orang yang terpapar menyelesaikan karantina dan dites negatif untuk virus tersebut,” tulis pernyataan resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Kamis.
Dengan hasil tes negatif dari kontak terakhir ini, MV Hondius kini dapat bernapas lega. Pengumuman WHO ini sekaligus menutup salah satu babak pembatasan wilayah (karantina) paling menegangkan di sektor pariwisata maritim tahun ini.***
Editor : Alysa
Sumber : kontan.co.id














