Dikepung Angin Kencang dan Suhu Ekstrem, Prancis Selatan Diamuk Kebakaran Hutan Hebat

0
kebakaran
Ilustrasi bendera Prancis berkibar tertiup angin.(Foto : Istock)

NARASITODAY.COM, MARSEILLERatusan petugas pemadam kebakaran di Prancis selatan harus berpacu dengan waktu dan angin kencang untuk menjinakkan sejumlah titik kebakaran hutan yang berkobar hebat pada Kamis sore. Negara ini tengah berada dalam kondisi kering kerontang akibat hantaman gelombang panas ekstrem yang baru saja melanda Eropa.

Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez melaporkan bahwa tiga titik api utama telah menghanguskan sedikitnya 1.210 hektar (2.990 acre) lahan. Dua dari kebakaran besar tersebut mengamuk tepat di pinggiran barat kota pelabuhan Mediterania, Marseille.

Asap Menyengat dan Evakuasi Massal

Kondisi di lapangan dilaporkan sangat mencekam. Di wilayah Frejus sebuah kota resor di departemen Var yang berjarak sekitar 35 kilometer dari Cannes suasana liburan berubah menjadi kepanikan ketika lebih dari 2.000 wisatawan dievakuasi dari enam lokasi perkemahan akibat lidah api yang terus mendekat.

Baca Juga :  Penerbangan Ulang ke Tokyo Setelah Pesawat United Airlines Alami Kegagalan Mesin dan Kebakaran di Landasan

Pekatnya dampak kebakaran bahkan terasa hingga ke udara. Bau asap yang menyengat dilaporkan menyelimuti area penerbangan. Menurut seorang saksi mata, pilot dari setidaknya satu maskapai penerbangan yang mendarat di Marseille bahkan harus menenangkan para penumpang melalui interkom, meyakinkan mereka bahwa bau gosong tersebut berasal dari kebakaran hutan di bawah, bukan dari kerusakan pesawat.

Saat Perdana Menteri Sebastien Lecornu tiba pada Kamis sore di Marseille untuk mengadakan pertemuan krisis baru mengenai gelombang panas dan kebakaran hutan, kebakaran baru telah “dimulai” di dekat kota Roquemaure di daerah Gard, demikian disampaikan petugas pemadam kebakaran kepada Lecornu.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat di Bogor, Api Berawal dari Lantai Dua Rumah Warga

Medan Berat di Dekat Perbatasan Spanyol

Titik kebakaran paling masif sejauh ini melanda wilayah departemen administratif Aude, yang terletak dekat perbatasan Spanyol. Di sana, hamparan lahan seluas 900 hektar telah berubah menjadi abu. Otoritas setempat mengakui bahwa embusan angin kencang menjadi musuh utama yang mempersulit pergerakan 800 petugas pemadam kebakaran di lapangan.

Meski demikian, secercah harapan muncul setelah petugas berhasil mengendalikan kebakaran seluas 260 hektar di Lancon-Provence, serta terus menjinakkan sisa api kecil di Rognac, dekat bandara Marseille. Beruntung, otoritas memastikan hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa.

Ancaman Gelombang Panas Susulan

Baca Juga :  Microsoft Menekankan Pentingnya Upgrade Hardware untuk Penggunaan Windows 11

Krisis lingkungan ini sebenarnya telah diprediksi. Organisasi Meteorologi Dunia pekan lalu memperingatkan bahwa suhu rekor yang melanda Eropa Barat selama lebih dari seminggu pada akhir Juni akan memperburuk risiko kebakaran hutan, mengingat prospek suhu tinggi yang berkelanjutan, kelembapan sangat rendah, dan vegetasi kering.

Dampak dari anomali cuaca ini sangat mematikan; otoritas kesehatan setempat memperkirakan gelombang panas sebelumnya mungkin telah menyebabkan setidaknya 1.000 kematian tambahan di negara itu selama suhu yang memecahkan rekor.

Masyarakat Prancis selatan kini diminta untuk terus waspada, sebab kantor meteorologi Prancis telah memperingatkan bahwa gelombang panas ekstrem lainnya dapat terjadi minggu depan, yang berpotensi memicu kembali titik-titik api baru.***

Editor : Alysa

Sumber : kontan.co.id