NARASITODAY.COM, KYIV – Rusia terus meningkatkan serangan terhadap infrastruktur transportasi di Ukraina, khususnya jaringan kereta api yang menjadi tulang punggung distribusi logistik dan ekspor negara tersebut. Serangan ini dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan, dengan menargetkan lokomotif yang menjadi bagian vital dari sistem kereta api Ukraina.
Wakil Perdana Menteri Ukraina untuk Pemulihan, Oleksiy Kuleba, mengungkapkan bahwa serangan Rusia secara khusus menargetkan lokomotif kereta api. Sejak awal 2026, lebih dari 200 lokomotif telah hancur atau mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.
“Rusia menargetkan lokomotif kereta api, dan sejak awal 2026 saja telah menghancurkan atau merusak lebih dari 200 lokomotif,” ujar Kuleba dalam sebuah pernyataan resmi. Ia menambahkan, “Volume pekerjaan perbaikan terus meningkat dan membutuhkan sumber daya keuangan yang sangat besar.”
Menurut pejabat Ukraina tersebut, sepanjang tahun ini, Rusia telah melancarkan lebih dari 1.000 serangan terhadap berbagai fasilitas perkeretaapian di seluruh negeri. Serangan-serangan ini dianggap sebagai bagian dari strategi untuk mengganggu sistem logistik dan mobilitas Ukraina di tengah konflik yang masih berlangsung.
Jalur Transportasi yang Vital di Tengah Konflik
Jaringan perkeretaapian Ukraina, yang dikendalikan oleh operator kereta api milik negara Ukrzaliznytsia, memegang peran penting dalam perekonomian nasional. Perusahaan ini bertanggung jawab atas lebih dari 90% pengiriman ekspor Ukraina, termasuk bahan mentah dan produk industri yang menjadi tulang punggung ekonomi selama masa perang.
Di tengah serangan yang terus meningkat, para pekerja dan petugas lapangan berjuang keras untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak. Seorang pekerja di salah satu stasiun kereta di Dnipropetrovsk, wilayah yang menjadi sasaran serangan terbaru, menyatakan keprihatinannya.
“Setiap kerusakan berarti kehilangan pengiriman penting dan menambah beban kami dalam memperbaiki jaringan yang sudah rapuh ini. Kami harus terus bekerja keras agar distribusi logistik tetap berjalan,” ujar dia dengan penuh semangat.
Dampak dan Tantangan di Tengah Konflik
Serangan terhadap jalur kereta api Ukraina tidak hanya memperlambat pengiriman barang, tetapi juga memperumit upaya pemulihan ekonomi dan mobilisasi pasukan. Para analis menyebut bahwa target utama Rusia pada lokomotif menunjukkan strategi untuk melemahkan kemampuan logistik dan mobilitas Ukraina secara langsung.
Sejumlah pakar mengingatkan bahwa kerusakan infrastruktur ini memerlukan biaya besar dan waktu yang tidak sedikit untuk diperbaiki, sementara perang terus berlangsung. Pemerintah Ukraina pun semakin fokus dalam memperkuat sistem pertahanan dan mempercepat pemulihan jalur transportasi vital tersebut.
“Ini adalah perang yang tidak hanya berlangsung di medan tempur, tetapi juga di jalur logistik yang menjadi nyawa bangsa,” ungkap seorang pengamat.
Di tengah ketegangan ini, Ukraina bertekad mempertahankan dan memperkuat jaringan perkeretaapian sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan dan keberlanjutan perekonomian nasional. ***
Editor : Alysa
Sumber : kontan.co.id














