Cuaca Ekstrem Mengintai Puncak Perayaan 250 Tahun Kemerdekaan Amerika Serikat di Washington

0
Cuaca ekstrem
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.Foto : bbc.com

NARASITODAY.COM,WASHINGTON – Cuaca ekstrem membayangi perayaan puncak 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat yang digelar di kawasan National Mall, Washington, pada Sabtu (4/7/2026). Ancaman badai petir dan suhu yang mencapai 39 derajat Celsius memaksa aparat keamanan melakukan langkah evakuasi dan penyesuaian jadwal acara utama.

Sejak sore hari, otoritas setempat mengimbau ribuan pengunjung untuk meninggalkan kawasan terbuka dan berlindung di tempat yang lebih aman. Sistem badai yang mendekat ke wilayah Washington memaksa Dinas Rahasia AS (Secret Service) menutup sementara akses masuk melalui pos pemeriksaan keamanan, demi menjaga keselamatan masyarakat dan tamu undangan.

Hingga saat acara utama dijadwalkan berlangsung pukul 22.00 waktu setempat, belum ada kepastian apakah cuaca buruk akan mempengaruhi penampilan Presiden Donald Trump. Sebelumnya, Trump menyebut acara ini sebagai “reli Trump paling spektakuler,” menegaskan bahwa perayaan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam sejarah politik dan nasionalnya.

Baca Juga :  APBD Mesti Ngebut! Mendagri Dorong Kepala Daerah Jabar Gas Pol Belanja untuk Ekonomi

Cuaca Panas dan Keamanan di Tengah Keramaian

Gelombang panas yang memecahkan rekor, mencapai 39 derajat Celsius, membuat banyak agenda perayaan di Washington harus dibatalkan. Beberapa parade dan kegiatan utama pun harus dihentikan guna mencegah risiko kesehatan dan keselamatan massa.  

Meski demikian, kehadiran kelompok nasionalis kulit putih Patriot Front menjadi salah satu sorotan. Ratusan anggotanya terlihat berangkat menuju pusat kota menggunakan kereta Metro. Polisi menegaskan bahwa mereka tidak menerima laporan adanya aksi kekerasan selama masa perayaan, meskipun kekhawatiran ketegangan meningkat.

Baca Juga :  Perjuangan Petani Kepiting Bulu Menghadapi Musim Panas Terpanas Sejak 1961

Perayaan yang Penuh Kontroversi dan Nuansa Politik

Berbeda dari tradisi sebelumnya, Presiden Trump menjadikan peringatan 250 tahun kemerdekaan sebagai ajang kampanye politik. Pemerintah melalui organisasi bernama Freedom 250 mengambil alih sebagian besar perencanaan dan penyelenggaraan acara, menggantikan badan nonpartisan sejak 2016 yang biasanya bertanggung jawab atas perayaan nasional ini.

Sebagian kawasan National Mall ditutup untuk menyelenggarakan Great American State Fair, yang menampilkan wahana hiburan, pameran kelompok konservatif, hingga perusahaan kontraktor pertahanan. Menurut pernyataan resmi, kegiatan ini bertujuan menampilkan keunggulan Amerika sebagai negara terbesar di dunia dalam hal inovasi dan masyarakat.

Namun, penyelenggaraan acara ini tidak luput dari kontroversi. Beberapa negara bagian yang dipimpin Partai Demokrat memilih tidak mengirim delegasi, dan sejumlah pengisi acara membatalkan partisipasi karena menilai perayaan tersebut terlalu bernuansa politik.  

Baca Juga :  STAI Sabili Bandung Kukuhkan 415 Wisudawan Ke-28, IPK Tertinggi Didapatkan Prodi PAI

Antusiasme Meningkat di Tengah Ketegangan

Meskipun awalnya terlihat sepi, dalam beberapa hari terakhir jumlah pengunjung meningkat tajam. Antrian panjang membentang hingga beberapa blok, sementara toko suvenir dan restoran di kawasan Smithsonian mencatat penjualan mendekati rekor.

Sementara itu, hasil jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan bahwa mayoritas warga AS menganggap perayaan 250 tahun kemerdekaan ini telah menjadi terlalu politis. Sekitar 75 persen pendukung Partai Demokrat dan setengah pemilih Partai Republik menyatakan pandangan tersebut, menandai adanya ketegangan persepsi di tengah perayaan nasional yang bersejarah ini.***

Editor : Alysa

Sumber : kontan.co.id