Presiden Prabowo Apresiasi Peran Aktif Polri dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Stabilitas Nasional

0
Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto.Foto : MNC Media.

NARASITODAY.COM, BOGOR – Di bawah langit Cikeas yang khidmat, upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026 menjadi panggung apresiasi bagi Korps Bhayangkara. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang kini dinilai semakin adaptif, tidak sekadar memberantas kejahatan, tetapi juga ikut turun ke ladang demi menjaga ketahanan pangan rakyat.

Menurut Presiden, Polri selalu menjadi instansi yang berada di garis depan saat bencana melanda, sekaligus menjadi jangkar dalam menjaga stabilitas harga-harga kebutuhan pokok di seluruh penjuru tanah air.

“Tokoh-tokoh kepolisian aktif di semua sektor kenegaraan. Polri membantu secara aktif dan menentukan dalam mendukung program-program strategis seperti program makan bergizi gratis. Polri hadir di desa-desa, Polri hadir di perbatasan,” ujar Presiden Prabowo saat memimpin upacara di Pusat Latihan (Satlat) Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Rabu (1/7/2026).

Baca Juga :  Ratusan Warga Peru Turun ke Jalan Tolak Kebijakan Dana Pensiun untuk Kaum Muda

Dari Sawah hingga Dapur Terbaik di Dunia

Wajah modern Polri kini tidak hanya identik dengan seragam taktis dan patroli malam, melainkan juga dengan pembangunan infrastruktur pertanian. Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya menyaksikan langsung bagaimana program ketahanan pangan yang digarap kepolisian memberikan dampak nyata bagi pemenuhan pangan nasional, terutama pada komoditas produksi jagung.

“Saya melihat sendiri Polri membangun gudang-gudang pangan yang sangat dibutuhkan, gudang-gudang dengan kualitas yang sangat baik. Polri juga ikut aktif membangun lebih dari 1000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur-dapur untuk program MBG (Makan Bergizi Gratis),” ungkapnya penuh kebanggaan.

Baca Juga :  Kekurangan Penyuluh, Pertanian Leuwisadeng Terancam Tak Maksimal Meski Punya Lahan Luas

Presiden pun menegaskan bahwa testimoni ini bukanlah pujian kosong belaka. Kualitas infrastruktur dapur gizi yang diinisiasi oleh Polri bahkan telah mendapatkan pengakuan dari berbagai pengamat internasional.

“Dan ini bukan kata saya, banyak pengamat, banyak peninjau dari lembaga-lembaga dunia yang datang ke Indonesia melihat dapur-dapur tersebut, dan di antaranya sebagian besar yang dilihat dapur-dapur dari Polri,” tambahnya.

Definisi Baru Rasa Aman bagi Rakyat

Selain urusan urat nadi pangan, Polri juga terus memperluas operasi kemanusiaannya melalui pembuatan sumur bor air di daerah kekeringan, perbaikan jembatan yang terputus, hingga penanganan tanggap darurat pascabencana.

Baca Juga :  Pemerintah Pusat Usung Tema "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju" Pada HUT RI ke-80

Berkaca dari transformasi tersebut, Kepala Negara menekankan bahwa esensi dari kata “keamanan” di era sekarang telah bergeser menjadi lebih luas. Aman tidak lagi hanya diartikan sebagai absennya tindakan kriminal, melainkan mencakup rasa tenang masyarakat dalam menjalankan aktivitas produktif sehari-hari.

“Keamanan berarti rakyat leluasa bekerja, petani berani menanam, nelayan berani melaut, pengusaha berani investasi, guru tenang mengajar, anak-anak tenang belajar, dan masyarakat dapat beribadah dengan damai sesuai agama dan kepercayaan masing-masing dalam suasana yang rukun, dalam suasana penuh toleransi,” tegas Presiden Prabowo menutup amanatnya.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com