NARASITODAY.COM, PARIS – Kylian Mbappe kembali menorehkan prestasi luar biasa di panggung sepak bola dunia. Pada pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Swedia, pemain berusia 27 tahun ini mencetak dua gol yang tidak hanya memastikan kemenangan Prancis, tetapi juga mengukuhkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah di fase gugur turnamen empat tahunan ini.
Dengan torehan total 10 gol di babak knockout, Mbappe melampaui dua legenda Brasil, Leonidas dan Ronaldo, yang sebelumnya menyandang rekor sama-sama delapan gol. Yang membuat pencapaian ini semakin istimewa adalah fakta bahwa Mbappe hanya membutuhkan sembilan pertandingan untuk meraih rekor tersebut sebuah catatan yang menunjukkan konsistensi dan ketajamannya di panggung terbesar.
Rekor Baru di Tengah Perjuangan Prancis Melawan Swedia
Prancis sempat kesulitan membobol pertahanan Swedia di babak pertama, namun ketekunan Mbappe akhirnya membuahkan gol pembuka yang membuka jalan kemenangan. Setelah itu, Mbappe kembali mencetak gol keduanya, mengukuhkan posisinya sebagai pencetak gol terbanyak di fase gugur Piala Dunia.
Catatan tersebut menambah daftar prestasinya, yang sudah dimulai sejak Piala Dunia 2018 di Rusia, saat ia mencetak tiga gol dalam empat pertandingan dan membawa Prancis menjadi juara dunia saat berusia 19 tahun.
Empat tahun kemudian di Qatar 2022, Mbappe tampil lebih tajam dengan mencetak lima gol dalam empat laga di babak gugur. Kini di Piala Dunia 2026, tambahan dua gol ke gawang Swedia menegaskan bahwa pemain yang dikenal cepat dan berbahaya di depan gawang ini tetap menjadi salah satu pemain terbaik dalam sejarah kompetisi ini.
Daftar Pencetak Gol Terbanyak di Fase Gugur Piala Dunia
Berdasarkan data dari Sporting News, berikut daftar pemain dengan gol terbanyak di fase gugur Piala Dunia sepanjang sejarah:
| Peringkat | Pemain | Negara | Gol | Pertandingan |
| 1 | Kylian Mbappe | Prancis | 10 | 9 |
| 2 | Leonidas | Brasil | 8 | 5 |
| 2 | Ronaldo | Brasil | 8 | 10 |
| 4 | Just Fontaine | Prancis | 7 | 3 |
| 4 | Vava | Brasil | 7 | 5 |
| 4 | Oldrich Nejedly | Ceko | 7 | 6 |
| 4 | Pele | Brasil | 7 | 6 |
| 8 | Eusebio | Portugal | 6 | 3 |
| 8 | Gyorgy Sarosi | Hongaria | 6 | 5 |
| 8 | Gary Lineker | Inggris | 6 | 6 |
| 8 | Roberto Baggio | Italia | 6 | 9 |
Sejarah dan Rekor Legenda
Sebelum rekor Mbappe, dominasi di fase gugur dipegang bersama oleh legenda Brasil Leonidas dan Ronaldo. Leonidas, yang mencetak delapan gol dalam lima pertandingan di Piala Dunia 1934 dan 1938, menunjukkan ketajaman di usia dini. Ia mencetak rata-rata 1,6 gol per pertandingan. Sementara Ronaldo, yang mengoleksi delapan gol dalam 10 pertandingan dari 1998 hingga 2006, menjadi ikon Brasil di era modern.
Ronaldo memulai perjalanan gemilang di Piala Dunia 1998 dengan tiga gol dalam empat laga, kemudian memperkuat Brasil sebagai juara pada 2002 dengan empat gol di fase gugur. Gol terakhirnya di babak knockout muncul di Piala Dunia 2006, yang akhirnya menyamai rekor Leonidas sebelum akhirnya dilewati Mbappe.
Mengukir Sejarah di Usia Muda dan Tekad Kuat
Kemenangan Mbappe di Piala Dunia 2026 bukan sekadar angka dan rekor, tetapi juga simbol ketekunan dan ketangguhannya di panggung dunia. Dengan kecepatan, ketepatan, dan mental juara yang terus dipertahankan, ia membuktikan bahwa generasi muda tetap mampu bersinar dan menorehkan sejarah panjang dalam dunia sepak bola.
Rekor ini menjadi inspirasi bagi banyak pemain muda yang bermimpi mengikuti jejak para legenda dan meraih puncak prestasi di level tertinggi. Dengan pencapaiannya yang luar biasa ini, nama Kylian Mbappe kini semakin dikenang sebagai salah satu ikon masa depan sepak bola dunia.***
Editor : Alysa
Sumber : kontan.co.id














