PJU Padam Diduga Picu Kecelakaan di Jalur Nasional Jasinga–Cigelung

0
Kondisi gelap di ruas Jalan Nasional Jasinga–Cigelung, tepatnya di kawasan Tikungan Tugu Pramuka, Desa Kalongsawah, Kecamatan Jasinga, saat sebuah truk pengangkut ayam potong mengalami kecelakaan pada Minggu (5/7/2026) malam. Minimnya penerangan jalan akibat padamnya PJU diduga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan. Foto : istimewa

NARASITODAY.COM, BOGOR – Padamnya lampu penerangan jalan umum (PJU) di ruas Jalan Nasional Jasinga-Cigelung kembali menjadi sorotan setelah terjadi kecelakaan lalu lintas di kawasan Tikungan Tugu Pramuka, Desa Kalongsawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. Kondisi jalan yang minim penerangan dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, sehingga berbagai pihak mendesak agar perbaikan segera dilakukan.

Kecelakaan tersebut terjadi pada Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Insiden melibatkan sebuah truk pengangkut ayam potong dalam kondisi kosong dengan sebuah mobil Mitsubishi Xpander.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara musyawarah, sementara kerugian yang ditimbulkan hanya berupa kerusakan pada kendaraan.

Ketua MPI PK KNPI Jasinga, Abdul Nafis, menilai padamnya PJU di jalur tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keselamatan pengguna jalan. Menurutnya, kejadian kali ini patut disyukuri karena tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, namun kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele. Ia berharap perbaikan PJU di lokasi segera dilakukan agar tidak memicu kecelakaan yang lebih fatal.

Baca Juga :  Asia dan Indonesia di Pusat Perhatian Dunia atas Dampak Pemanasan Global

Abdul Nafis yang juga merupakan tokoh masyarakat Desa Kalongsawah menjelaskan, keberadaan PJU memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan berlalu lintas, terutama di titik-titik rawan kecelakaan seperti tikungan tajam dan ruas jalan dengan mobilitas kendaraan yang tinggi. Menurutnya, penerangan yang memadai membantu pengendara mengenali kondisi jalan sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan pada malam hari.

Sebelumnya, warga melaporkan sejumlah lampu PJU di sepanjang ruas Jalan Nasional Jasinga–Cigelung telah padam selama hampir dua bulan. Hingga kini, kondisi tersebut belum mendapatkan penanganan optimal sehingga jalur nasional itu masih gelap saat malam hari.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Raih Penghargaan Zona Integritas, Dorong Pelayanan Publik Makin Mudah dan Transparan

Informasi yang beredar menyebutkan, padamnya PJU bukan semata disebabkan gangguan teknis, melainkan diduga berkaitan dengan kendala administrasi pembayaran tagihan listrik antara Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan dan PLN.

Manajer PLN ULP Leuwiliang, Riyansyah, sebelumnya menjelaskan bahwa PJU di lokasi tersebut merupakan aset milik BPTJ. Menurutnya, penghentian pasokan listrik dilakukan karena adanya tunggakan pembayaran dari BPTJ yang telah berlangsung sekitar lima bulan.

Ia juga menerangkan bahwa penghentian pasokan listrik dilakukan sesuai prosedur. Dampaknya tidak hanya dirasakan di wilayah Leuwiliang, tetapi juga meluas ke sejumlah ruas jalan di kawasan Bogor Barat hingga Jasinga dan Tenjo. Ia menyebutkan, jumlah PJU yang terdampak cukup banyak dengan nilai tunggakan mencapai jutaan rupiah.

Baca Juga :  Atasi Masalah Spam dengan 5 Layanan Email Terbaik Ini, Kotak Masuk Lebih Bersih

Persoalan padamnya PJU di jalur nasional tersebut kini dinilai tidak lagi sebatas persoalan administrasi, melainkan telah menyangkut aspek keselamatan masyarakat. Berbagai kalangan mendesak agar BPTJ dan PLN segera menyelesaikan permasalahan tersebut sehingga penerangan jalan dapat kembali berfungsi normal dan risiko kecelakaan lalu lintas dapat ditekan.

Masyarakat juga berharap langkah konkret segera diambil mengingat ruas Jalan Nasional Jasinga–Cigelung merupakan jalur vital yang setiap hari dilintasi kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga kendaraan logistik dengan intensitas lalu lintas yang cukup tinggi.

Wartawan : Andreas