Korban Tewas Gempa Kembar di Venezuela Naik Jadi 4.490 Jiwa, Ribuan Warga Masih Mengungsi

0
gempa
Ilustrasi alat pendekteksi gempa.Foto : Istock

NARASITODAY.COM,CARACAS – Skala kehancuran akibat bencana gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela semakin menyingkap tabir pilu. Jumlah korban tewas akibat bencana fatal tersebut dilaporkan meroket hingga mencapai 4.490 jiwa.

Laporan pemutakhiran data terbaru ini disampaikan langsung oleh Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, melalui akun Telegram resminya pada hari Minggu waktu setempat.

Mengutip laporan dari Reuters, Senin (13/07/2026), meskipun angka kematian terus merangkak naik seiring evakuasi yang terus berjalan, jumlah korban luka-luka yang tercatat resmi dilaporkan masih bertahan di angka 16.740 orang.

Di sisi lain, secercah harapan muncul dari kerja keras tim penyelamat yang sejauh ini berhasil mengevakuasi dan menyelamatkan 6.462 orang hidup-hidup dari jepitan beton runtuh.

Baca Juga :  Kejar-kejaran dan Perkelahian, Pelaku Pencurian Kambing di Bogor Akhirnya Tewas di Tengah Kerumunan

Krisis Pengungsian di Zona Merah

Tragedi kemanusiaan ini bermula ketika gempa kembar berkekuatan masif 7,2 Magnitudo dan 7,5 Magnitudo menghantam Venezuela pada 24 Juni lalu. Karena pusat gempa berada sangat dekat dengan wilayah pesisir utara dan area padat penduduk, guncangan beruntun tersebut dengan mudah meluluhlantakkan kompleks perumahan serta fasilitas publik.

Kini, wilayah-wilayah terdampak tidak hanya dipenuhi puing, tetapi juga jerit kecemasan warga yang kehilangan segalanya. Statistik terbaru pemerintah mencatat total warga yang terpaksa kehilangan tempat tinggal dan kini telantar di pengungsian telah menyentuh 17.907 orang.

Di zona merah bencana, tim penyelamat domestik dan relawan kemanusiaan terus berkejaran dengan waktu, menyisir sisa-sisa reruntuhan beton dengan harapan masih ada mukjizat kehidupan di bawahnya.

Baca Juga :  Evakuasi Besar-besaran di Bogo, Filipina Pasca Gempa 6,9 Magnitudo

Sementara di tenda-tenda darurat, petugas medis berfokus pada pemenuhan kebutuhan sanitasi dasar serta pasokan obat-obatan guna mencegah ancaman gelombang wabah penyakit pascabencana.

Bantuan Internasional Mulai Tiba

Penderitaan rakyat Venezuela mulai mendapat respons dari dunia. Sejumlah bantuan internasional dari negara-negara tetangga dan lembaga donor global dilaporkan telah mendarat di bandara utama Venezuela. Bantuan yang disalurkan mencakup tenda komunal darurat, persediaan makanan siap saji, alat berat untuk evakuasi, hingga tim medis ahli guna menangani korban dengan luka berat.

Baca Juga :  Operasi Militer Besar-besaran AS di Karibia Picu Ketegangan Tajam dengan Venezuela

Pemerintah pusat menegaskan komitmennya untuk mempercepat distribusi logistik secara merata ke seluruh titik pengungsian dan mulai merancang peta jalan rekonstruksi jangka panjang. Keamanan di tengah situasi chaos pascabencana juga menjadi prioritas utama pihak berwenang.

“Kami akan memastikan situasi keamanan di wilayah terdampak tetap kondusif selama masa tanggap darurat pascabencana berlangsung,” ujar penegak hukum Caracas memastikan situasi di lapangan.

Kendati bantuan terus mengalir, potensi jumlah total korban jiwa diprediksi masih dapat terus merangkak naik dalam beberapa pekan ke depan. Proses pencarian di balik puing-puing bangunan bertingkat masih menjadi tantangan terberat di tengah duka mendalam yang menyelimuti Venezuela.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com