NARASITODAY.COM, DEPOK – Pelarian panjang AB (36) dari kejaran hukum berakhir tragis di sebuah balkon apartemen di kawasan Depok, Jawa Barat. Pria yang menyandang status buronan dalam kasus dugaan pemalsuan meterai tersebut ditemukan tewas mengenaskan setelah nekat melompat dari lantai 7 kamar tempat persembunyiannya pada Jumat, 26 Juni lalu.
Pihak kepolisian memastikan peristiwa tersebut murni sebagai tindakan mengakhiri hidup akibat tekanan psikologis yang berat.
Aroma kepanikan diduga kuat menyelimuti detik-detik terakhir hidup korban ketika ia menyadari ruang geraknya semakin sempit dan posisinya telah terendus oleh aparat penegak hukum.
“Bunuh diri di Apartemen S, sudah kita lakukan proses penyelidikan. Jadi memang murni bunuh diri,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka Utama kepada wartawan, Rabu (8/7/2026).
Langkah nekat yang diambil AB disinyalir berakar dari rasa frustrasi yang mendalam. Masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) membuat hidupnya di dalam pelarian dibayangi ketakutan yang luar biasa akan jeruji besi.
“Karena korban merasa takut bahwa memang informasi korban ini memang merupakan tersangka ataupun DPO yang memang pada saat kejadian yang bersangkutan memang sedang dicari oleh penyidik,” tutur Made.
Jejak Kejahatan di Kamar Persembunyian
Di balik keputusasaan korban, polisi yang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) menemukan alasan mengapa AB begitu diburu. Di dalam kamar apartemen yang menjadi saksi bisu kejatuhannya, petugas mendapati tumpukan barang bukti berupa meterai palsu yang siap edar.
Meski jasad korban ditemukan di wilayah hukum Depok, berkas perkara pemalsuan dokumen berharga yang menjerat almarhum akan tetap digulirkan oleh instansi tingkat atas yang memegang kasus utama ini sejak awal.
“Ada (temuan barang bukti) meterai palsu, nanti kami dalami karena memang bukan penyidik Depok, (penyidik) dari Polda (menangani kasus pemalsuan meterai),” ucap dia.
Kini, riuh pengejaran terhadap AB telah senyap. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan medis di rumah sakit, jasad korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan.
Di tengah duka yang mendalam, pihak keluarga pun memilih ikhlas dan menyadari bahwa takdir kelam yang menjemput AB di lantai 7 apartemen tersebut merupakan sebuah musibah.
“Korban sudah kita serahkan kepada keluarga, sudah kita hubungi pihak keluarga, dan keluarga menerima bahwa itu memang bunuh diri,” ujarnya memungkasi.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














