Kabupaten Bogor Bidik Ekonomi Hijau Lewat Pengembangan Pasar Karbon

0
Kabupaten Bogor
Pemerintah Kabupaten Bogor menyusun strategi pengembangan pasar karbon dengan mengintegrasikan data vegetasi, lahan, dan sistem registrasi karbon.Foto : dok.Diskominfo Kabupaten Bogor

NARASITODAY.COM, BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor mulai menyiapkan roadmap pengembangan pasar karbon sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi hijau daerah. Program ini diarahkan agar kegiatan penghijauan tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, pemerintah daerah ingin membangun sistem penanaman pohon yang terdata, terukur, dan berkelanjutan sehingga potensi penyerapan karbon dapat dikembangkan dalam skema perdagangan karbon nasional.

“Fokus kami membangun sistem penanaman yang terdata dan berkelanjutan. Potensi perdagangan karbon melalui IDX Carbon merupakan nilai tambah yang bisa dikembangkan di masa mendatang,” ungkap Rudy.

Baca Juga :  Bangunan Nyaris Ambruk, Guru dan Siswa SDN Cisarua 01 Nanggung Diliputi Ketakutan

Menurut Rudy, Kabupaten Bogor memiliki potensi besar dalam pengembangan program penanaman pohon berbasis masyarakat atau Community Based Tree Planting Carbon Program. Melalui program tersebut, aktivitas penghijauan dapat dikaitkan dengan upaya pengurangan emisi karbon sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Ia menyebut, Pemkab Bogor telah menjalankan program penanaman pohon secara masif dan terstruktur dengan jumlah pohon yang telah ditanam mencapai sekitar 45 ribu pohon.

Namun, Rudy menilai pengembangan pasar karbon membutuhkan perencanaan yang matang. Karena itu, pemerintah daerah akan menyusun roadmap yang mencakup pendataan lahan, inventarisasi vegetasi, pengukuran emisi, penyerapan karbon, hingga mekanisme registrasi unit karbon.

Baca Juga :  Tertangkap Tangan di Level Ciurug, PT Antam Pongkor Serahkan 9 Gurandil Ke Polisi

“Dengan roadmap yang jelas, kita ingin program penghijauan di Kabupaten Bogor memiliki manfaat lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis karbon yang dapat dikelola secara berkelanjutan,” tandas Rudy.

Penyusunan roadmap tersebut dibahas bersama PT TUV Rheinland Indonesia yang memberikan pemaparan mengenai mekanisme perdagangan karbon nasional melalui IDX Carbon dan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK).

Baca Juga :  KNPI Kecamatan Nanggung Dinilai Bobrok, Pemuda Suarakan Kekecewaan

Mukhsin Safiq dari PT TUV Rheinland Indonesia mengatakan, ketersediaan data yang akurat menjadi salah satu faktor penting agar potensi penyerapan karbon daerah dapat masuk dalam skema perdagangan karbon nasional.

“Integrasi data vegetasi, lahan, dan sistem registrasi karbon menjadi kunci agar program penyerapan karbon daerah dapat diakui dalam skema perdagangan karbon nasional,” tandasnya.

Melalui langkah tersebut, Kabupaten Bogor menargetkan program penghijauan dapat berkembang menjadi instrumen pembangunan rendah emisi yang tidak hanya menjaga kualitas lingkungan, tetapi juga menciptakan sumber ekonomi baru berbasis keberlanjutan.***

Editor : Alysa

Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor