Begini Pengakuan Pelajar SDN Cadas Leueur Belajar di Terpal

0
Sejumlah pelajar di SDN Cadas Leueur, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor ngamper saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Foto : Andres/Narasitoday.com

NARASITODAY.COM, BOGOR- Sejumlah siswa SDN Cadas Leueur, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di luar ruangan dengan beralaskan terpal.

Kondisi tersebut terjadi karena sekolah mengalami kekurangan ruang kelas akibat beberapa bangunan yang rusak dan dinilai membahayakan.

Salah seorang siswi, Siti Nuraini, mengaku tidak nyaman harus belajar ngemper. Selain khawatir jika terjadi angin kencang, ia juga merasa cepat lelah karena harus belajar di atas terpal.

“Nggak enak, kurang enak karena takut banget kalau ada angin kencang, takut roboh. Pegel-pegel juga saat belajar,” ujar Siti, Selasa (21/7/2026).

Baca Juga :  Restrukturisasi VW Picu Kekhawatiran, Karyawan Temui Langsung CEO

Ia berharap pemerintah segera membangun ruang kelas baru agar seluruh siswa dapat belajar dengan nyaman seperti sekolah lainnya.

“Pengen banget sekolah dibangun, soalnya kalau dibangun pasti enak, seperti sekolah yang lain, seperti kelas-kelas yang lain,” katanya.

Sementara itu, guru SDN Cadas Leueur, Iwan, menjelaskan bahwa kebijakan belajar di luar ruangan merupakan inisiatif pihak sekolah karena keterbatasan ruang belajar. Saat ini, proses belajar mengajar juga harus dibagi menjadi dua sesi, yakni pagi dan siang.

“Itu inisiatif kepala sekolah karena kita kekurangan ruang kelas, jadi bergantian sif pagi dan siang,” ungkap Iwan.

Baca Juga :  Apa Saja Penyebab Sering Lupa? Ini 5 Masalah Kesehatan yang Perlu Diketahui!

Menurutnya, sejumlah ruang kelas sudah mengalami kerusakan dengan kondisi yang mengkhawatirkan sehingga tidak lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

“Banyak ruang kelas yang rusak karena kondisinya yang mengkhawatirkan. Ada 49 siswa yang harus belajar mengajar ngemper pakai terpal di halaman sekolah,” ujarnya.

Iwan mengatakan, pihak sekolah sebenarnya telah berulang kali mengusulkan perbaikan bangunan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), baik di tingkat desa maupun kecamatan. Namun hingga kini usulan tersebut belum juga terealisasi.

“Kondisi ini sudah lama. Dari kepala sekolah sebelumnya juga sudah sering mengajukan dalam Musrenbang di desa dan kecamatan untuk perbaikan. Cuma nggak tahu, tiba-tiba di dinas jadi hilang datanya. Tadinya sudah masuk, malah sekolah lain yang dapat. Nggak tahu ceritanya seperti itu,” tuturnya.

Baca Juga :  Bogor Susun Anggaran 2027 untuk Ekonomi Baru dan Pemerataan Wilayah

Pihak sekolah berharap Pemerintah Kabupaten Bogor segera memberikan perhatian terhadap kondisi SDN Cadas Leueur agar para siswa dapat kembali belajar di ruang kelas yang aman dan layak.

“Saya berharap Pemerintah Kabupaten Bogor yang berkepentingan bisa melakukan pemerataan pembangunan fisik. Jangan sampai sekolah yang masih bagus malah ditambah lagi ruang kelasnya, sementara di sini yang sudah rusak dibiarkan,” pungkasnya.

Wartawan : Andreas