NARASITODAY.COM,BRASILIA – Pemerintah Brasil mengambil tindakan diplomasi tegas di tengah panasnya suhu politik dalam negeri. Brasil resmi menolak permintaan visa kunjungan dua pejabat pemerintahan Donald Trump yang berniat melawat ke negara Amerika Selatan tersebut untuk mempertanyakan integritas sistem pemilu setempat.
Keputusan penolakan izin masuk tersebut ditetapkan oleh pihak berwenang Brasil pada Jumat (24/6) lalu, sebelum akhirnya diungkapkan oleh dua pejabat Brasil kepada Reuters pada Sabtu (25/6).
Delegasi Diplomatik yang Ditolak Masuk
Menurut sumber pejabat Brasil yang berbicara dengan syarat anonim karena sensitivitas isu diplomasi ini, terdapat dua nama senior Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang masuk dalam daftar penolakan visa:
- Riley M. Barnes, Asisten Sekretaris dari Biro Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Tenaga Kerja.
- Samuel Samson, Wakil Asisten Sekretaris Departemen Luar Negeri AS.
Rencana kedatangan delegasi Negeri Paman Sam ini pertama kali dihembuskan oleh Washington Post sebelum kemudian dikonfirmasi secara terpisah oleh Reuters.
Dugaan Intervensi Jelang Pilpres Panas
Langkah drastis Brasil ini bukan tanpa alasan. Pejabat Brasil menilai kedatangan utusan dari AS tersebut memiliki agenda terselubung untuk memengaruhi persepsi publik menjelang Pemilihan Presiden Brasil yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.
Para pejabat menilai rencana AS tersebut merupakan “upaya untuk membentuk pemilihan presiden Brasil pada bulan Oktober.”
Pesta demokrasi Brasil tahun ini memang diprediksi bakal menjadi panggung pertarungan sengit antara dua kutub politik utama:
- Luiz Inácio Lula da Silva, presiden petahana yang berhaluan sayap kiri.
- Flavio Bolsonaro, senator berpengaruh sekaligus sekutu dekat Donald Trump.
Keheningan Pihak Washington
Di tengah sorotan atas penolakan visa ini, kubu Amerika Serikat belum memberikan pernyataan resmi. Pihak Departemen Luar Negeri AS dilaporkan tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait batalnya kunjungan dua pejabatnya tersebut.
Sikap tegas BrasÃlia ini memperlihatkan batas tebal yang ditarik pemerintah petahana untuk membentengi sistem pemilu nasional dari potensi intervensi politik asing sebelum rakyat Brasil menentukan nasibnya di bilik suara.***
Editor : Alysa
Sumber : kontan.co.id














