NARASITODAY.COM, WASHINGTON – Gemuruh kemenangan bergema dari Tokyo hingga ke Washington. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi memberikan ucapan selamat kepada Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, setelah koalisinya mengamankan kemenangan krusial dalam pemilu yang digelar Minggu (8/2/2026).
Kemenangan ini bukan sekadar pergantian kursi kekuasaan biasa. Takaichi menorehkan tinta emas sebagai pemimpin perempuan pertama di Negeri Matahari Terbit. Langkah politiknya yang berani kini membuka gerbang bagi transformasi ekonomi dan militer Jepang yang lebih agresif.
Restu dari Washington
Melalui unggahan di media sosial, Presiden Trump menyampaikan doa dan dukungannya bagi Takaichi. Ia menyoroti visi politik Takaichi yang selaras dengan garis politiknya di AS.
“Selamat atas kesuksesan besar dalam meloloskan ‘Agenda Konservatif, Perdamaian Melalui Kekuatan’,” tulis Trump dalam unggahannya.
Trump, yang sebelumnya telah memberikan dukungan terbuka pada Jumat lalu, tampak sangat puas dengan hasil penghitungan suara tersebut. Ia menyebut bahwa keberanian Takaichi dalam mengambil risiko politik telah terbayar lunas.
“Ia adalah pemimpin yang sangat dihormati dan sangat populer. Keputusan Sanae yang berani dan bijaksana untuk menyerukan pemilihan umum membuahkan hasil yang besar,” tambah Trump.
Bagi sang Presiden AS, hubungan ini lebih dari sekadar diplomasi antarnegara. “Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk mendukung Anda,” tulisnya pada hari Minggu.
Antara Pasar dan Militer
Di balik euforia kemenangan ini, tantangan besar telah menanti di meja kerja Takaichi. Agenda utamanya mencakup pemotongan pajak besar-besaran—sebuah janji kampanye yang sempat membuat pasar keuangan bergejolak karena ketidakpastian dampaknya terhadap stabilitas fiskal Jepang.
Selain itu, Takaichi diprediksi akan mempercepat peningkatan pengeluaran militer. Langkah ini dirancang sebagai benteng pertahanan untuk melawan pengaruh China yang kian dominan di kawasan Asia Timur.
Kini, dengan dukungan penuh dari Gedung Putih dan mandat baru dari rakyat Jepang, Takaichi bersiap membawa Jepang melangkah ke arah yang lebih konservatif dan mandiri secara militer.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber













