Cuma karena Dengar Lagu, Anxiety Bisa Datang Tiba-tiba? Ini Penjelasan Ilmiahnya

0
Anxiety bisa muncul karena trigger tertentu, termasuk lagu. Foto: Getty Images/AlekseiAntropov

NARASITODAY.COM,JAKARTA – Pernah merasa tiba-tiba cemas, sesak, atau tidak nyaman hanya karena mendengar lagu tertentu? Fenomena ini belakangan ramai dibicarakan setelah kisah seorang perempuan viral di media sosial. Ia mengaku mengalami serangan kecemasan mendadak saat sebuah lagu diputar di ruang publik.

Dari sudut pandang kesehatan mental, kondisi tersebut bukan hal yang mengada-ada. Para ahli menjelaskan bahwa lagu atau suara tertentu memang bisa menjadi pemicu (trigger) yang membangkitkan kembali trauma lama yang tersimpan di otak.

Dalam kasus yang viral di TikTok itu, perempuan tersebut menceritakan bagaimana rasa cemas yang sebelumnya terkendali mendadak muncul hanya karena lagu yang berkaitan dengan pengalaman pahit di masa lalunya. Situasi itu membuatnya merasa tidak aman, meski berada di tempat ramai.

Baca Juga :  Connie Francis Tutup Usia, Lagu Lawasnya Mendadak Naik Daun Lagi!

Secara ilmiah, trauma tidak hanya tersimpan sebagai ingatan, tetapi juga sebagai memori emosional. Saat otak mendeteksi rangsangan yang mirip dengan peristiwa traumatis, seperti lagu tertentu, bagian otak bernama amigdala akan bereaksi cepat. Amigdala bertugas mengenali ancaman dan bisa memicu respons “fight or flight”, seolah bahaya lama terjadi kembali.

Inilah yang membuat anxiety muncul tiba-tiba, disertai gejala seperti jantung berdebar, napas pendek, hingga rasa panik. Sejumlah penelitian di jurnal Frontiers in Psychology, Frontiers in Psychiatry, dan Neurobiology of Stress menunjukkan bahwa suara dan musik memang dapat memicu respons stres, terutama pada individu dengan riwayat trauma atau PTSD.

Baca Juga :  Takjil Favorit Ramadan, 5 Manfaat Kurma untuk Tubuh Sehat

Para ahli menegaskan, respons ini bukan tanda seseorang lemah atau berlebihan. Reaksi tersebut adalah respons biologis sistem saraf terhadap trauma yang belum sepenuhnya pulih.

Peran Lingkungan Terdekat Sangat Penting

Pemulihan trauma tidak hanya bergantung pada individu, tetapi juga pada respons lingkungan sekitar. Sikap meremehkan, menyuruh “melupakan saja”, atau menganggap reaksi cemas sebagai drama justru dapat memperparah kondisi. Dalam kajian psikologi klinis, hal ini dikenal sebagai secondary trauma, yakni luka psikologis lanjutan akibat kurangnya dukungan emosional.

Sebaliknya, lingkungan yang aman, penuh empati, dan menghormati batasan penyintas dapat membantu sistem saraf perlahan kembali tenang. Dukungan sederhana seperti mendengarkan tanpa menghakimi atau menghindari pemicu tertentu sudah sangat berarti.

Baca Juga :  Senyum Zayn Malik di Panggung Las Vegas Bikin Fans Meleleh

Kapan Perlu Bantuan Profesional?

Tidak semua anxiety akibat trigger memerlukan penanganan medis. Namun, bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater dianjurkan jika kecemasan muncul berulang, semakin berat, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Pendekatan seperti terapi kognitif-perilaku (CBT) atau terapi berbasis trauma terbukti membantu penyintas mengenali pemicu, menurunkan respons stres, dan membangun kembali rasa aman.

Viralnya kisah di media sosial ini juga menjadi pengingat bahwa tidak semua luka terlihat. Di balik cerita yang ramai dibicarakan, ada kondisi mental yang nyata dan rentan. Di ruang digital, komentar yang penuh empati bisa menjadi dukungan kecil yang sangat berarti bagi seseorang yang sedang berjuang. (MG3) 

Editor : Mutiara

Sumber : detikHealth