Ketua DPRD Rudy Susmanto Minta Pemkab Bogor Bikin Faskes Caleg Gagal

0
RUDY SUSMANTO
FOTO : IST

NARASITODAY.COMKetua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto mendukung langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam membuka layanan fasilitas kesehatan (Faskes) bagi calon legislatif (caleg) yang terindikasi stres karena gagal atau tidak lolos.

Pemkab Bogor diketahui menyediakan 132 layanan faskes. Di antaranya sebanyak 101 Puskesmas dan 31 rumah sakit milik pemerintah dan swasta.

“Bagaimanapun, langkah tersebut perlu dilakukan agar dampaknya tidak berkepanjangan,” kata Rudy Susmanto dalam keterangannya, Kamis (22/2/2024).

Baca Juga :  Suara Rudi Sumanto tak Terbendung, Cetak Sejarah Pileg Kabupaten Bogor

Rudy Susmanto menyebut seharusnya para caleg sudah mempersiapkan kemungkinan apabila mereka tidak lolos. Baik caleg tingkat DPRD kabupaten, hingga DPR RI.

“Mempersiapkan kemungkinan terburuk sudah sepatutnya dilakukan. Sebab bagaimanapun, manusia hanya bisa berusaha,” jelasnya.

Dia mengingatkan bahwa takdir sudah ada yang mengatur, sehingga sekuat apapun manusia berusaha, harus kembali menyerahkannya kepada pemilik takdir.

Baca Juga :  Bahas Program Kerja, RSUD Cibinong Siap Suport JJB

“Tugas kita hanya berjuang saja, hasilnya tentu sudah ada yang menentukan,” imbuhnya.

Rudy Susmanto meminta agar para caleg yang tidak lolos untuk menerima hasilnya dengan lapang dada atau legowo. Ia yakin setiap kejadian akan ada hikmahnya. “Mungkin ada pelajaran yang bisa dipetik dari hasil tersebut,” ucapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, menyediakan 132 fasilitas kesehatan (Faskes) yang tersedia di 40 kecamatan, yang terdiri atas 101 puskesmas.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto Minta Pemkab Beri Dukungan KPU, Pastikan Kesehatan Petugas KPPS

Serta 31 rumah sakit milik pemerintah dan swasta untuk melayani para calon anggota legislatif (caleg) yang mengalami gejala stres setelah Pemilu 2024.

“Fasilitas kesehatan ini layanan dasar untuk masyarakat, termasuk bagi caleg yang gejala stres karena gagal. Intinya rumah sakit harus melayani siapa pun itu,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin. ***