Pol PP Leuwiliang Tegur Aktivitas Galian Tanah Diduga Tidak Berizin 

0

NARASITODAY – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Leuwiliang, turun tangan menyikapi persoalan aktivitas galian tanah yang berada di Desa Kiarasari, Leuwiliang , Kabupaten Bogor.

Ceceran tanah dari aktivitas galian tanah sempat dikeluhkan warga karena membuat jalan raya kelas kabupaten menjadi licin.

“Sesuai arahan pak Camat, kami sudah datangi lokasi galian dan lakukan pengecekan langsung,” kata Kepala Unit Satpol PP Kecamatan Leuwiliang, Heri Gunawan, saat dihubungi wartawan, Rabu (01/05/2024).

Baca Juga :  Pemilihan Duta Genre Leuwiliang di Apresiasi Banyak Pihak, Ini 3 Juara Utamanya

Sebelumnya sempat diberitakan, ceceran tanah dari aktivitas galian telah membuat jalanan licin dan membuat warga pengguna jalan khawatir akan menjadi penyebab kecelakaan jika dibiarkan.

Ia mengklaim, telah menegur keras pelaksana galian dan memberikan arahan agar ceceran tanah di jalan segera dibersihkan setiap saat.

Hal ini guna menjaga keselamatan diri pengguna kendaraan bermotor.

“Saya sudah tegur serta sudah imbau pelaksana membersihkan ceceran tanah yang berserakan di jalan. Karena jalan tersebut milik publik, fasilitas umum,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ramadhan Berbagi, Koordinatoriat PWI Bogor Barat Gelar Santunan Yatim

Saat ditanya soal kelengkapan ijin dari aktivitas galian tanah tersebut, Heri mengaku tidak ada.

Bahkan, surat pemberitahuan juga tidak ada ke pihak Satpol PP maupun Pemerintah Kecamatan Leuwiliang.

“Tapi galian tanah ini memang bukan untuk komersil. Tanah nya milik pribadi, hasil tanah galiannya digunakan si pemilik mengurug lahan miliknya yang lain. Cuma beda desa saja,” ungkapnya.

Baca Juga :  Peserta Lomba Tabuh Bedug di Karehkel Meninggal Dunia, Begini Kronologisnya!!

Namun begitu, lanjut Heri, pihak nya tetap meminta pelaksana galian tanah agar membuat ijin operasional atau pemberitahuan kepada pihak berwenang. Mulai dari Pemdes hingga Pemcam.

“Apalagi sudah ada keluhan warga terkait dampak ceceran tanah yang tidak dibersihkan dan telah membuat jalan kotor dan licin. Tapi saya belum ketemu pemiliknya,” tukasnya.