Gudang Limbah Kecap di Leuwisadeng Digeruduk Warga, Ada yang kesurupan!!

0
Gudang tempat penampungan plastik limbah kecap di Kampung Paku RT 04 RW 03, Desa Sadeng, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. kembali di geruduk ratusan warga.

NARASITODAY.COM- Gudang tempat penampungan plastik limbah kecap di Kampung Paku RT 04 RW 03, Desa Sadeng, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. kembali di geruduk ratusan warga.

Hal itu buntut dari gudang tersebut merugikan masyarakat sekitar, warga menuntut agar gudang limbah tersebut segera ditutup.

Dalam aksi, terlihat dari rekaman video warga yang berjumlah ratusan itu berkumpul dia area gudang. Satpol PP melakukan pengamanan. Bahkan ada salah satu warga mengalami kerasukan.

Ketua Rt setempat Sony mengatakan, sekitar ada 14 rumah warganya yang terkena dampak air sumur warga berbau tak sedap sejak adanya gudang tersebut. Bukan hanya itu, ladang pertanian yang ditanami palawija serta sayuran juga mati karena air limbah dari gudang limbah kecap tersebut.

Baca Juga :  Pengolahan Limbah Kecap di Desa Sadeng Sudah Ditutup: Ini Kata Kanit Pol PP Leuwisadeng

“Keberadaan gudang limbah kecap ini sudah merugikan masyarakat sekitar. Selain ratusan meter ladang pertanian, air sumur resapan warga juga terdampak mengalami bau yang menyengat,” katanya. pada, Kamis (31/05/24) pagi.

Sementara, salah satu warga yang sumurnya mengalami dampak Mak udah, mengaku sejak beberapa bulan ini sumurnya mengalami perubahan sehingga tidak bisa di gunakan.

Baca Juga :  Pelaku Pencuri Terong di Leuwisadeng Dihajar Warga

Untuk memenuhi kebutuhan air, kata dia, warga selalu membeli air mineral kemasan galon dalam sehari bisa hingga dua galon untuk minum dan kebutuhan hidup.

“Saya setiap hari beli satu hingga dua galon air seharga lima ribu hingga sepuluh ribu rupiah per galon, untuk minum dan kebutuhan lainya, sementara untuk mencuci, air sumur tersebut berbau pada pakaian,” katanya.

Baca Juga :  Meski sudah ditutup Sat Pol PP, Galian Bentonit di sadeng tetap beroperasi

Dia menyebut, pemilik gudang ini tidak menghiraukan dampak yang dirasakan oleh warga. Padahal, pada Jumat (24/05/24) lalu, pihak Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) telah mendatangi lokasi gudang limbah kecap tersebut.

“Gudang ini sempat di datangi oleh Kapolsek dan sat pol pp. Namun, hingga hari ini gudang tersebut masih banyak limbah yang belum di angkut,” pungkasnya.***