Pilgub Jabar : Pemerataan Ekonomi dan Anti Korupsi Jadi Kunci Figur Kandidat

0
aktivis Kabupaten Bogor, Alwy Asparin.

NARASITODAY.COM- Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa barat semakin mendekat, dan isu-isu krusial mulai mendominasi perbincangan publik. Di antara isu yang menjadi sorotan utama adalah rekam jejak para calon, dalam upaya anti-korupsi serta rencana pembagian wilayah Jabar menjadi timur dan barat.

Para kandidat gubernur dihadapkan pada tantangan untuk menunjukkan rekam jejak yang bersih dan komitmen kuat terhadap pemberantasan korupsi.

Dalam beberapa tahun terakhir, kasus korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat di Jabar telah mencoreng citra pemerintahan. Namun, langkah-langkah perbaikan terus dilakukan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.

Baca Juga :  Tiga Ekor Sapi Milik Warga di Ciomas Hilang Digondol Maling

“Rekam jejak anti-korupsi menjadi tolok ukur penting dalam Pilgub kali ini. Masyarakat Jabar khususnya kabupaten Bogor ingin pemimpin yang bersih dan mampu membawa perubahan nyata,” ujar seorang aktivis Kabupaten Bogor. Alwy Asparin.

Kata dia, para calon diharapkan memaparkan secara jelas program-program mereka untuk memberantas korupsi dan memastikan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

Di samping isu anti-korupsi, rencana pembagian ruang kepemimpinan Banten menjadi wilayah timur dan barat juga menjadi perdebatan hangat.

Wilayah barat yang lebih maju secara ekonomi, mencakup kota-kota seperti Depok dan Bekasi serta Bogor sering kali kontras dengan wilayah timur yang masih membutuhkan banyak pengembangan di sektor pertanian dan pariwisata.

Baca Juga :  Kabupaten Bogor Bakal Buat Pasar Induk di Lima Titik

“Pembagian wilayah dalam ruang kepemimpinan ini bisa menjadi solusi untuk pemerataan pembangunan dan pengelolaan sumber daya maupun pemerataan ekonomi yang lebih baik. Namun, harus ada kajian mendalam dan persiapan kebijakan matang (good governance) agar tidak menimbulkan masalah baru,” tambah Alwy .

Para calon gubernur diharapkan mampu menawarkan visi dan strategi yang konkret bagi masyarakat.

Masyarakat ingin melihat bagaimana rencana tersebut dapat diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan kota dan kabupaten di seluruh provinsi jawa barat tanpa menimbulkan ketimpangan.

Baca Juga :  Lama Vakum Pembangunan Tol Ruas Bomang di Lanjut 2025

Pilgub Jabar kali ini bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga tentang menentukan arah masa depan provinsi ini.

Dengan isu-isu utama seperti anti-korupsi dan pemerataan ekonomi, para calon harus mampu meyakinkan pemilih bahwa mereka memiliki solusi terbaik untuk membawa jabar menuju kemajuan yang lebih adil dan merata.

Masyarakat Jabar berharap pemimpin yang terpilih nantinya akan membawa perubahan positif dan menjadikan jabar sebagai provinsi yang bersih dan maju.***