Bogor, Narasitoday.com– Bupati dan wakil Bupati Bogor, Rudy Susmanto – Ade Ruhandi tengah merencanakan pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Kabupaten Bogor bagian Barat.
Hal itu dilakukan merujuk pada komitmen mereka untuk memberikan pemerataan percepatan pembangunan di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Rencana itu di sampaikan Rudy Susmanto saat pidato pertamanya saat rapat paripurna bersama DPRD Kabupaten Bogor, Kamis 20 Febuari 2024.
Rudy menyampaikan pada progam 100 hari kerja kedepan ia bersama Ade Ruhandi tengah berencana membuat inovasi baru membuat pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Bogor Barat.
Diketahui sendiri, sejak tahun 2000-an atau hampir 3 dekade wilayah Bogor Barat sangat ramai menggaungkan pemekaran pemerintahan baru dengan alasan pemerataan pembangunan di segala aspek wilayah yang saat ini masih menyatu dengan Kabupaten Bogor.
Namun, sejak saat itu wilayah Bogor Barat yang sudah lama menggaungkan pemekaran ini harus bersabar lebih lama hingga saat ini. Disebabkan adanya moratorium atau penundaan saat kepimpinan Presiden Indonesia ke-6 hingga ke 7, Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo.
Lalu bagaimana sejarah asal-usul rencana berpisahnya Bogor Barat dari Kabupaten Bogor hingga apa penyebabnya?
Sejarah pemekaran Kabupaten Bogor Barat merujuk pada upaya pemisahan wilayah Kabupaten Bogor yang lebih luas untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Pemekaran ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk membagi daerah yang memiliki cakupan wilayah yang luas menjadi lebih kecil, agar pengelolaan dan pemerintahan lebih efektif.
Pada awalnya, Kabupaten Bogor adalah sebuah wilayah administratif besar di Provinsi Jawa Barat yang meliputi berbagai kecamatan yang sangat luas. Seiring dengan pesatnya pertumbuhan jumlah penduduk dan dinamika perkembangan sosial-ekonomi, Kabupaten Bogor mulai menghadapi tantangan dalam mengelola wilayah yang sangat besar tersebut.
Pemekaran Bogor Barat menjadi Daerah Otonomi Baru sendiri dilakukan melalui proses yang cukup panjang. Kabupaten Bogor dibagi menjadi beberapa bagian, salah satunya adalah pembentukan wilayah baru yang disebut Kabupaten Bogor Barat. Pemekaran ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan daerah dan memberikan perhatian khusus pada wilayah-wilayah yang selama ini lebih terpinggirkan atau terkesan terabaikan karena keterbatasan anggaran dan sumber daya.
• Proses Pemekaran
Pemekaran wilayah Daerah Otonomi Baru (DOB) Bogor Barat diusulkan sejak akhir tahun 2000-an dan mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Beberapa alasan pemekaran tersebut meliputi:
1. Pertumbuhan penduduk yang cepat di kawasan barat Kabupaten Bogor, yang menyebabkan wilayah tersebut semakin padat dan membutuhkan pemerintahan yang lebih fokus.
2. Perluasan infrastruktur yang tidak bisa dijangkau dengan baik oleh pemerintah Kabupaten Bogor yang luas, sehingga pemekaran dianggap dapat mempermudah pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.
3. Peningkatan pelayanan publik yang lebih baik kepada masyarakat dengan pembagian administrasi yang lebih terstruktur dan efisien.
Namun, meskipun banyak dukungan, proses pemekaran tersebut memerlukan waktu untuk mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat, dan banyak pihak yang terlibat dalam merencanakan pembagian sumber daya serta anggaran untuk daerah yang baru.
• Pembentukan Kabupaten Bogor Barat
Pemekaran wilayah yang menghasilkan pembentukan Kabupaten Bogor Barat secara resmi terjadi pada tahun 2013, melalui Peraturan Pemerintah dan persetujuan DPRD serta pemerintah pusat. Wilayah yang menjadi bagian dari Kabupaten Bogor Barat yang dimulai dari Kecamatan Dramaga hingga Jasinga atau Tenjo yang berbatasan dengan Provinsi Banten.
Dengan pembentukan Kabupaten Bogor Barat, kawasan ini mendapatkan status administratif yang lebih jelas, dan pemerintah daerah baru memiliki kewenangan untuk mengelola pembangunan dan pelayanan masyarakat di wilayah tersebut.














