NARASITODAY.COM,NEWARK – Suasana tenang di dalam kabin pesawat United Airlines tujuan Palma de Mallorca, Spanyol, mendadak berubah menjadi ketegangan yang sunyi. Hanya karena sebuah nama di layar gawai, pesawat Boeing 767 yang tengah membelah langit malam itu terpaksa berbalik arah dan kembali ke Bandara Internasional Newark Liberty, Amerika Serikat, Sabtu (30/5/2026).
Insiden mendebarkan ini terjadi akibat munculnya dugaan ancaman keamanan yang terdeteksi dari sinyal nirkabel di dalam pesawat. Berdasarkan laporan The Guardian, burung besi yang membawa 190 penumpang dan 12 awak kabin tersebut awalnya lepas landas dari Newark sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Namun, kenyamanan penerbangan transatlantik itu buyar di tengah jalan.
Pihak otoritas pengelola bandara, Port Authority of New York and New Jersey, mengonfirmasi bahwa pesawat batal melanjutkan perjalanan demi keselamatan. Sesuai data pelacakan, pesawat akhirnya mendarat kembali di Newark pada pukul 21.37 malam.
Misteri Nama Empat Huruf
Ketegangan di atas awan itu terekam dalam komunikasi lalu lintas udara. Petugas keamanan bandara diminta segera memeriksa pesawat setelah terdeteksi sebuah perangkat Bluetooth dengan nama yang dinilai sangat mencurigakan.
“Kata tertentu yang terdiri dari empat huruf,” bunyi potongan komunikasi udara tersebut, merujuk pada nama perangkat Bluetooth yang memicu kepanikan.
Di dalam kabin, situasi berjalan alot. Seorang penumpang membagikan pengalamannya di media sosial, menggambarkan bagaimana kru kabin berulang kali memohon melalui pengeras suara agar semua orang mematikan koneksi Bluetooth mereka. Namun, peringatan itu sempat diabaikan. Menurut kesaksiannya, masih ada dua perangkat yang tetap aktif dan memancarkan sinyal.
Melihat situasi yang tak kunjung kondusif, kru penerbangan segera berkoordinasi secara intensif dengan kantor pusat United Airlines di Chicago. Keputusan berat pun diambil: demi alasan keamanan mutlak, pesawat harus putar balik.
Pemeriksaan Ketat di Darat
Setibanya kembali di Newark, atmosfer ketat langsung menyambut para penumpang. Mereka diminta turun dari pesawat, sementara aparat gabungan bersenjata lengkap bersiap melakukan penyisiran.
Polisi Port Authority langsung memeriksa setiap sudut lambung dan kabin pesawat Boeing 767 tersebut untuk memastikan tidak ada ancaman bom atau bahaya fisik lainnya. Tidak hanya pesawat, para penumpang pun harus kembali melewati pemeriksaan berlapis yang melelahkan dari petugas Transportation Security Administration (TSA) serta Customs and Border Protection (CBP) sebelum dinyatakan steril.
Hingga saat ini, pihak United Airlines masih menutup rapat rincian mengenai kata apa yang sebenarnya tertera pada nama Bluetooth tersebut. Maskapai hanya memastikan bahwa seluruh penumpang akhirnya dipindahkan ke pesawat pengganti dengan kru yang baru. Penerbangan pengganti itu baru bisa lepas landas pada Minggu dini hari dan mendarat di Palma de Mallorca pada sore harinya.
Rentetan Sial United Airlines
Insiden Bluetooth misterius ini memperpanjang daftar hitam gangguan yang dialami United Airlines dalam beberapa pekan terakhir, menghadirkan kecemasan baru bagi para pengguna jasa maskapai tersebut.
Hanya sehari sebelum insiden ini, tepatnya pada Jumat, penerbangan United Airlines rute Chicago menuju Minneapolis dipaksa melakukan pendaratan darurat di Madison, Wisconsin. Keputusan itu diambil setelah terjadi drama di udara, di mana seorang penumpang bertindak tidak terkendali dan diduga kuat mencoba menerobos masuk ke dalam area kokpit.
Jauh sebelum dua insiden beruntun ini, pada 3 Mei lalu, nasib sial juga menimpa maskapai ini di darat. Sebuah pesawat United Airlines yang baru saja mendarat di Bandara Newark Liberty kehilangan kendali hingga menabrak tiang lampu dan kendaraan pengiriman barang.
Meskipun otoritas menyatakan pengemudi kendaraan logistik tersebut hanya mengalami luka ringan dan tidak ada korban jiwa, rentetan peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi aspek standar keamanan dan keselamatan maskapai.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














