NARASITODAY.COM, JAKARTA – Sholat istikharah menjadi salah satu amalan sunnah yang banyak dilakukan umat Islam saat menghadapi pilihan penting dalam hidup, seperti menentukan pekerjaan, memilih pasangan, atau mengambil keputusan besar lainnya. Ibadah ini diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW sebagai bentuk memohon petunjuk dari Allah SWT agar diberikan jalan terbaik.
Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap umat Islam disunnahkan melaksanakan dua rakaat sholat istikharah di luar sholat wajib, lalu berdoa memohon pilihan terbaik kepada Allah. Sholat ini menjadi tanda sikap tawakal dan keyakinan bahwa keputusan terbaik hanya datang dari-Nya.
Menurut penjelasan Imam An-Nawawi, sebelum melakukan istikharah sebaiknya seseorang melakukan istisyarah, yakni meminta pendapat dari orang yang dipercaya dan berilmu. Setelah itu, barulah memohon petunjuk kepada Allah melalui istikharah agar hati lebih mantap.
Lalu, kapan waktu yang paling baik untuk melaksanakan sholat ini?
Para ulama sepakat bahwa sholat istikharah boleh dilakukan kapan saja, baik siang maupun malam, selama tidak berada di waktu-waktu yang dilarang untuk sholat. Namun, waktu yang paling utama disebutkan adalah sepertiga malam terakhir, yaitu ketika suasana hening dan doa-doa lebih mudah diijabah oleh Allah SWT.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Pada malam hari terdapat satu waktu di mana tidaklah seorang Muslim memanjatkan doa kepada Allah mengenai urusan dunia atau akhiratnya, kecuali Allah akan mengabulkannya.” (HR Muslim)
Karena itu, banyak ulama menganjurkan agar sholat istikharah dilakukan di malam hari, khususnya menjelang waktu subuh, agar suasana lebih tenang dan hati lebih fokus dalam berdoa.
Lebih dari sekadar ritual, sholat istikharah menjadi bentuk kedekatan dan kepasrahan seorang hamba kepada Tuhannya, meyakini bahwa setiap keputusan yang diambil dengan izin Allah pasti membawa kebaikan. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : detikhikmah













