NARASITODAY.COM, BOGOR- Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darussalam, Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, menepis kabar yang beredar di media sosial terkait isu rencana aksi balasan terhadap sekolah lain. Pihak sekolah memastikan informasi tersebut tidak benar alias hoaks.
Klarifikasi itu disampaikan dalam forum silaturahmi yang melibatkan orang tua siswa, jajaran guru, serta pengurus yayasan di lingkungan sekolah, belum lama ini.
Kegiatan tersebut digelar sebagai respons atas kekhawatiran yang muncul pasca insiden tawuran pelajar yang sempat menelan korban jiwa.
Ketua Yayasan YAPIDA KH Abdul Azis Sarnata bersama Kepala MTs Darussalam Euis Faridah hadir langsung memberikan penjelasan kepada para wali murid.
Dalam forum itu, pihak sekolah memaparkan kronologi kejadian sekaligus meluruskan berbagai informasi yang dinilai menyesatkan.
“Kami tegaskan, tidak ada rencana ataupun niat dari pihak sekolah untuk melakukan aksi balasan seperti yang beredar. Informasi tersebut tidak benar,” ujar Euis.
Ia mengakui, beredarnya kabar tersebut sempat memicu keresahan di kalangan orang tua siswa. Karena itu, pihak sekolah mengambil langkah cepat dengan mengundang wali murid guna memberikan penjelasan secara langsung agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Setelah mendapatkan klarifikasi, sejumlah orang tua mengaku lebih tenang dan tidak lagi merasa khawatir terhadap keamanan anak-anak mereka selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Selain meluruskan isu, pihak sekolah juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya.
Euis meminta agar setiap kabar yang meragukan dapat dikonfirmasi langsung kepada pihak sekolah.
“Kami berharap tidak ada lagi pihak yang memperkeruh situasi dengan menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, MTs Darussalam juga meningkatkan pengawasan di lingkungan sekolah serta menjalin koordinasi dengan pemerintah desa dan warga sekitar demi menjaga kondusivitas.
Orang tua pun diminta turut berperan aktif mengawasi aktivitas anak, termasuk membatasi kegiatan di luar rumah jika tidak mendesak.
Di tengah situasi tersebut, kegiatan belajar mengajar dipastikan tetap berjalan normal. Pihak sekolah berkomitmen menjaga suasana yang aman dan nyaman agar siswa tidak mengalami trauma serta tetap fokus meraih prestasi.
“Kami ingin anak-anak tetap semangat belajar dan tidak terpengaruh ajakan yang merugikan. Sinergi antara sekolah dan orang tua sangat penting untuk mencetak generasi yang lebih baik,” tutupnya.
Wartawan : Andreas














