
NARASITODAY.COM, BOGOR- Upaya penutupan sementara Jalan Bojongrangkas, Desa Bojongrangkas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, belum sepenuhnya dipatuhi.
Sejumlah pengendara roda empat masih nekat melintasi ruas jalan yang mengalami longsor, meski perbaikan belum selesai dilakukan.
Di lokasi, pembatas jalan dan spanduk larangan telah dipasang untuk mencegah kendaraan melintas. Pemerintah juga telah mengarahkan pengendara agar menggunakan jalur alternatif. Namun di lapangan, masih ditemukan pengemudi yang tetap memaksa menerobos demi mempercepat perjalanan.
Sementara itu, proses penanganan jalan terus berlangsung. Alat berat tampak beroperasi melakukan pemadatan tanah menggunakan material urugan yang sebagian berasal dari swadaya pengusaha lokal. Tahapan perbaikan saat ini masih berfokus pada penimbunan dan penguatan struktur dasar jalan.
Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah IV Ciampea, Yudi, menegaskan bahwa kondisi jalan belum aman dilalui kendaraan roda empat. Menurutnya, pihaknya sudah berupaya maksimal membatasi akses, termasuk sempat menutup jalur menggunakan alat berat.
“Ketika alat berat kami gunakan untuk proses akhir pemadatan, justru ada pengendara yang memanfaatkan celah tersebut untuk melintas. Padahal, kondisinya masih sangat berisiko,” ujarnya.
Ia menambahkan, progres perbaikan baru mencapai sekitar 50 persen. Setelah tahap pemadatan selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pengerasan hingga pengaspalan.
Di sisi lain, Camat Ciampea, Pardi, menyatakan pihaknya akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa serta Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor guna mengantisipasi pelanggaran yang terus terjadi.
Pardi mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri melintasi jalur yang masih dalam tahap perbaikan. Ia menekankan pentingnya keselamatan dibandingkan kecepatan perjalanan.
“Untuk sementara, gunakan jalur alternatif melalui Perumahan Dramaga Pratama sampai perbaikan jalan Bojongrangkas benar-benar selesai,” katanya.
Pemerintah berharap kesadaran masyarakat meningkat, sehingga proses perbaikan dapat berjalan lancar tanpa risiko tambahan akibat aktivitas lalu lintas yang dipaksakan.
Wartawan : Andreas












