NARASITODAY.COM,ATLANTA – Setelah sempat kosong menyusul berakhirnya masa pinjaman panda sebelumnya, Kebun Binatang Atlanta bersiap kembali menjadi rumah bagi sepasang “duta besar” berbulu hitam-putih dari Tiongkok. Melalui kesepakatan konservasi baru berdurasi 10 tahun, dua panda raksasa bernama Ping Ping dan Fu Shuang dijadwalkan segera terbang menuju Amerika Serikat.
Kehadiran Ping Ping, seekor jantan yang energik, dan Fu Shuang, betina yang menawan, menandai babak baru dalam hubungan panjang antara Atlanta dan Chengdu. Keduanya berasal dari Pusat Penelitian Pengembangbiakan Panda Raksasa Chengdu di Provinsi Sichuan.
Asosiasi Konservasi Satwa Liar Tiongkok menyatakan bahwa perjanjian penelitian yang ditandatangani tahun lalu ini merupakan kelanjutan dari “ikatan panda” yang telah terjalin erat selama lebih dari dua dekade. Bagi warga Atlanta, panda bukan sekadar hewan koleksi, melainkan simbol persahabatan lintas samudra yang telah dimulai sejak kedatangan Yang Yang dan Lun Lun pada tahun 1999.
“Kebun Binatang Atlanta sangat senang dan merasa terhormat karena sekali lagi dipercaya sebagai penjaga spesies yang berharga ini,” ujar Raymond B. King, Presiden Kebun Binatang Atlanta, dalam pernyataan resmi yang dikutip dari Channel News Asia, Sabtu (25/4/2026). “Kami tidak sabar untuk bertemu Ping Ping dan Fu Shuang.”
Renovasi dan Harapan Diplomatik
Di Atlanta, persiapan menyambut tamu istimewa ini dilakukan dengan sangat serius. Habitat lama yang pernah dihuni tujuh anak panda hasil pengembangbiakan sebelumnya telah menjalani renovasi total. Otoritas Tiongkok menyebutkan bahwa fasilitas tersebut kini telah dirombak agar menjadi “lebih nyaman dan lebih aman” bagi pasangan baru ini.
Terasa pada momentumnya yang puitis yaitu sebuah pengumuman ini muncul tepat sebelum pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing bulan depan.
Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok menegaskan pada hari Jumat bahwa kesepakatan ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar konservasi satwa. Menurutnya, kerja sama ini akan berkontribusi pada kesejahteraan panda raksasa sekaligus mempererat “persahabatan antara rakyat Tiongkok dan AS.”
Warisan yang Berlanjut
Sebelumnya, Kebun Binatang Atlanta telah sukses mengembalikan pasangan legendaris Yang Yang dan Lun Lun beserta dua anak bungsu mereka ke Tiongkok pada tahun 2024 setelah kontrak 25 tahun berakhir. Kini, estafet konservasi tersebut resmi berpindah ke pundak Ping Ping dan Fu Shuang, membawa harapan baru bagi upaya pelestarian spesies rentan ini di tanah Amerika.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com













