NARASITODAY.COM, CAUCA – Aspal jalan raya di Departemen Cauca yang biasanya sibuk, mendadak berubah menjadi panggung horor pada Sabtu (25/4/2026). Sebuah ledakan bom dahsyat mengguncang wilayah barat daya Kolombia tersebut, merenggut sedikitnya 14 nyawa dan melukai puluhan lainnya dalam sebuah serangan yang disebut-sebut sebagai bagian dari eskalasi kekerasan menjelang Pemilihan Presiden bulan depan.
Horor di Tengah Perjalanan
Saksi mata menggambarkan pemandangan mengerikan sesaat setelah ledakan terjadi. Kekuatan bom tidak hanya meninggalkan lubang menganga di badan jalan, tetapi juga melemparkan tubuh warga dan puing kendaraan hingga beberapa meter ke udara.
Gubernur Cauca, Octavio Guzman, membagikan rekaman memilukan yang memperlihatkan kendaraan yang hancur menjadi rongsokan besi dan para korban yang tergeletak tak berdaya di tanah. Di tengah kepulan asap, tim penyelamat berpacu dengan waktu untuk mencari warga yang dilaporkan hilang.
“Jumlah korban diperkirakan akan meningkat secara signifikan,” lapor koresponden AFP di lokasi kejadian, mengingat banyaknya korban yang mengalami luka berat.
Pemerintah Tunjuk Hidung Kelompok Pembangkang
Pemerintah Kolombia langsung bereaksi keras. Otoritas keamanan menuding kelompok pembangkang FARC faksi yang menolak kesepakatan damai dari kelompok gerilyawan yang kini telah dibubarkan sebagai dalang di balik serangan di wilayah penghasil kokain tersebut.
Presiden Gustavo Petro secara spesifik menunjuk Ivan Mordisco, gembong kriminal paling dicari di Kolombia, sebagai aktor intelektual di balik tragedi ini. Petro bahkan tidak segan menyamakan kekejaman Mordisco dengan gembong narkoba legendaris, Pablo Escobar.
“Mereka yang melakukan serangan ini… adalah teroris, fasis, dan pengedar narkoba,” tegas Presiden Petro melalui pernyataan resminya di akun X, Minggu (26/4/2026). “Saya ingin pasukan terbaik kami menghadapi mereka.”
Konteks Wilayah dan Politik
Serangan ini menambah kelam catatan keamanan di Cauca, wilayah yang selama dekade terakhir terjebak dalam pusaran konflik antara militer, kartel narkoba, dan gerilyawan. Ledakan ini juga menjadi sinyal peringatan bagi stabilitas nasional, mengingat Kolombia sedang berada di ambang pesta demokrasi besar bulan depan.
Hingga berita ini diturunkan, pasukan khusus telah dikerahkan ke lokasi untuk mengamankan area dan memburu para pelaku yang diduga melarikan diri ke hutan-hutan di sekitar Cauca.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














