Thaksin Shinawatra Akan Dibebaskan Lebih Awal dari Penjara Bulan Depan

0
Thaksin Shinawatra
Mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra.Foto : jawapos.com

NARASITODAY.COM, BANGKOK – Tokoh sentral politik Thailand sekaligus miliarder kontroversial, Thaksin Shinawatra, dipastikan akan meninggalkan sel penjaranya lebih awal. Departemen Pemasyarakatan Thailand resmi mengumumkan bahwa mantan Perdana Menteri berusia 76 tahun tersebut akan dibebaskan pada 11 Mei mendatang melalui skema pembebasan bersyarat.

Keputusan ini menandai berakhirnya masa penahanan Thaksin yang dimulai sejak September 2025. Meski dibebaskan, pria yang telah dua dekade mewarnai dinamika politik Negeri Gajah Putih ini tetap diwajibkan mematuhi serangkaian ketentuan hingga masa percobaannya berakhir sepenuhnya.

Usia dan Sisa Hukuman Jadi Pertimbangan

Otoritas berwenang menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan faktor kemanusiaan dan sisa masa tahanan. Berdasarkan pernyataan resmi departemen terkait, usia senja Thaksin serta fakta bahwa sisa hukuman yang harus dijalaninya kurang dari satu tahun menjadi landasan utama pemberian kebebasan lebih awal ini.

Baca Juga :  Kick-off Piala AFF Wanita, Timnas Wanita Indonesia Hadapi Thailand dengan Semangat Juang Tinggi

Thaksin Shinawatra akan dibebaskan pada 11 Mei dan harus mematuhi semua ketentuan hingga masa percobaan berakhir,” tulis pernyataan Departemen Pemasyarakatan Thailand, merujuk pada aturan bagi narapidana lanjut usia.

Perjalanan Thaksin menuju jeruji besi tergolong penuh drama. Setelah sempat mengasingkan diri selama bertahun-tahun pasca-kudeta militer, ia kembali ke Thailand pada Agustus 2023.

Namun, alih-alih langsung mendekam di sel, ia sempat menghabiskan waktu di kamar pribadi rumah sakit dengan alasan kesehatan sebuah tindakan yang kemudian dianulir oleh Mahkamah Agung (MA) pada September 2025.

Baca Juga :  Viral Video MBG Diduga Tak Layak, SPPG dan Sekolah Beri Klarifikasi Berbeda

MA memutuskan bahwa kondisi kesehatan Thaksin tidak dalam kategori kritis, sehingga waktu yang ia habiskan di rumah sakit tidak dihitung sebagai masa tahanan. Hal itulah yang kemudian memaksanya benar-benar merasakan dinginnya sel penjara Bangkok selama satu tahun terakhir atas kasus korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.

Kembalinya Sang “Magnet” Politik

Bebasnya Thaksin bukan sekadar berita kriminal biasa, melainkan sinyal penting bagi peta politik Thailand. Klan Shinawatra telah lama menjadi musuh bebuyutan elit pro-militer dan pro-kerajaan.

Meskipun Partai Pheu Thai miliknya mencatat hasil pemilu terburuk sepanjang sejarah pada Februari lalu, posisi mereka dalam koalisi pemerintahan pimpinan Perdana Menteri Anutin Charnvirakul tetap memberikan pengaruh besar.

Baca Juga :  Rudy Susmanto Gerakkan Penanaman Pohon Di DAS Ciliwung, Targetkan 200 Hektare Penghijauan

Analis melihat bahwa kembalinya sang patron politik ke tengah masyarakat dapat menjadi energi baru bagi Pheu Thai, yang telah melahirkan empat Perdana Menteri dari lingkaran keluarga tersebut.

Kini, Thailand menanti dengan napas tertahan. Apakah setelah 11 Mei nanti sang miliarder akan memilih masa pensiun yang tenang, atau justru kembali menjadi “sutradara” di balik layar yang menggerakkan bidak-bidak politik dari kediamannya? Satu yang pasti, bayang-bayang Thaksin tidak pernah benar-benar hilang dari cakrawala politik Thailand.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com