NARASITODAY.COM – Camat Cibungbulang, Agung Suracman Ali membenarkan salah satu korban meninggal dunia merupakan warga di Kecamatan Cibungbulang.
“Iya korban nya dari Desa Cibatok 2,” kata Agung Suracman Ali kepada wartawan pada, Kamis 8 Agustus 2024.
Peristiwa tawuran yang memakan korban terjadi di Kampung Moyan, Desa Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang.
Sementara korban meninggal dunia merupakan seorang remaja berinisial IS (18) merupakan warga Kampung Cibeureum, Desa Cibatok II, Kecamatan Cibungbulang.
Agung Surachman Ali menyampaikan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan berharap pelaku nya segera di tangkap.
“Kita koordinasi dengan Polsek, untuk menyelidiki kasus ini dan pelaku nya mudah mudahan segera tertangkap,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Aksi Tawuran antar pelajar kembali terjadi dan menelan korban jiwa. Kejadian tersebut terjadi, pada Jumat malam, 02 Agustus 2024, sekitar pukul 21.00 WIB.
Dua kelompok pelajar dari SMK Wilayah Cibungbulang dan SMK Wilayah Leuwisadeng itu terlibat dalam bentrokan di Jalan Baru, Kampung Moyan, Desa Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.
Menurut laporan yang diterima, Kapolsek Leuwiliang, Kompol Agus Supriyanto, menyampaikan bahwa adanya bentrokan tersebut telah direncanakan sebelumnya oleh kedua kelompok pelajar.
“Pertikaian yang berlangsung sengit tersebut mengakibatkan seorang yang bukan pelajar dan terlibat dalam tawuran tersebut meninggal dunia akibat luka yang disebabkan oleh benda tajam,” kata Kompol Agus Supriyanto. Sabtu 3 Agustus 2024.
Kapolsek mengatakan, aksi tersebut dilaporkan oleh warga sekitar. Polisi juga telah meminta sejumlah saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian.
“Kami sudah melakukan olah TKP dan meminta beberapa keterangan dari para saksi. Dari hasil keterangan kami sudah mendapatkan sejumlah identitas yang terlibat dalam aksi tawuran, serta mengajukan permohonan visum et repertum luka dalam atau otopsi terhadap korban,” bebernya.
Selain itu, Kapolsek juga menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik tawuran ini.
“Kami akan bekerja sama dengan sekolah dan masyarakat untuk mencegah terjadinya kembali peristiwa serupa di masa mendatang,” ujar Kapolsek.
Pihak kepolisian menghimbau agar masyarakat, terutama para pelajar, dapat lebih berhati-hati dan menghindari tindakan kekerasan yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.
“Pihak Kepolisian akan terus menindak lanjuti penyelidikan atas peristiwa ini,” tukasnya.***














