Atang Trisnanto Usulkan Pengelolaan Sampah Terintegrasi untuk Atasi Masalah di Kota Bogor

0

NARASITODAY.COM – Persoalan penanganan sampah yang belum optimal di Kota Bogor terus menjadi sorotan, terutama dengan masih banyaknya penumpukan sampah di berbagai Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Calon Wali Kota Bogor, Atang Trisnanto, mengangkat isu ini sebagai salah satu prioritas utamanya dalam menciptakan tata kota yang lebih modern dan berkelanjutan.

Atang menyampaikan bahwa ia telah menyiapkan sejumlah program yang berfokus pada pengelolaan sampah dan tata kota dengan mengedepankan nilai budaya, sosial, serta kelestarian lingkungan.

“Kota yang modern dan tata kota yang baik harus melibatkan tiga hal penting: nilai budaya, sosial, dan kelestarian lingkungan,” ujar Atang dalam salah satu kesempatan kampanyenya.

Program Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Salah satu inisiatif unggulan yang diusulkan Atang adalah pengelolaan sampah terintegrasi.

Baca Juga :  Kompak Pakai Seragam Loreng, Bupati dan Wakil Bupati Bogor Hadiri Lokakarya dan Pelantikan Pengurus KPPKBB

Menurutnya, sampah di Kota Bogor harus diubah dari masalah menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat. Atang juga mengkritik penerapan program bank sampah yang dinilai belum berjalan masif di seluruh wilayah.

“Konsep bank sampah sudah ada, tetapi implementasinya belum optimal. Sampah harus memiliki nilai ekonomi, dan kita akan memastikan hal ini diterapkan di setiap wilayah,” jelasnya.

Atang memaparkan, pengelolaan sampah terintegrasi akan dibagi menjadi tiga tahap.

Tahap pertama adalah memaksimalkan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga menjadi tiga kategori: sampah organik, sampah daur ulang, dan sampah yang tidak dapat diolah.

“Sampah organik akan diolah di TPS3R menjadi pupuk organik cair dan padat, sedangkan sampah daur ulang seperti plastik akan dikelola melalui bank sampah untuk dijual kembali. Sampah yang tidak dapat diolah akan ditangani secara khusus,” jelasnya lebih lanjut.

Baca Juga :  SIM Habis Saat Libur Nasional? Polri Pastikan Ada Kemudahan Perpanjangan Tanpa Ribet

Mekanisme Pengangkutan Sampah yang Efisien

Selain pemilahan sampah, Atang juga menyoroti pentingnya pengangkutan sampah yang efisien. Ia mengusulkan sistem pengangkutan sampah yang dibedakan berdasarkan wilayah.

Menurutnya, gerobak sampah akan dioperasikan di gang-gang kecil, motor sampah di jalan-jalan kecil, dan truk sampah di jalan-jalan besar.

“Dengan mekanisme ini, kita dapat mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke TPA Galuga secara signifikan,” paparnya.

Integrasi dengan Urban Farming dan Wisata Pekarangan

Selain pengelolaan sampah, Atang juga merencanakan program urban farming dan wisata pekarangan sebagai bagian dari upayanya menciptakan lingkungan yang nyaman dan berkelanjutan.

Program ini, menurutnya, akan saling terintegrasi untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus memanfaatkan lahan kosong di lingkungan warga.

Baca Juga :  Kampanye Jaro Ade Disambut Antusias Ribuan Warga Pamijahan

Pengelolaan sampah terintegrasi, urban farming, dan wisata pekarangan akan menjadi program yang saling mendukung dalam menciptakan kota yang lebih ramah lingkungan,” tambahnya.

Dukungan Akademisi untuk Penyelesaian Masalah Sampah

Untuk mewujudkan rencananya, Atang mengaku telah berdiskusi dengan pimpinan IPB University dan meminta dukungan dari para profesor di bidang terkait.

Menurutnya, kolaborasi dengan dunia akademisi akan menjadi langkah penting dalam menyelesaikan masalah sampah yang telah lama menjadi beban bagi Kota Bogor.

Dengan visi tersebut, Atang berharap jika terpilih sebagai Wali Kota Bogor, ia bisa mewujudkan lingkungan kota yang lebih bersih, modern, dan nyaman bagi seluruh warganya.

“Ini adalah langkah besar yang harus kita ambil bersama untuk mengatasi masalah sampah yang selama ini menghantui kota ini,” pungkasnya.***