NARASITODAY.COM – Terminal Leuwiliang, yang kerap menjadi langganan banjir saat hujan deras, akhirnya mendapat perhatian serius.
Kondisi buruk saluran drainase di area terminal membuat para petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat wilayah Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Prasarana Perhubungan Wilayah 1 tergerak untuk turun tangan memperbaiki saluran tersebut secara sukarela.
Langkah ini dipimpin oleh Kepala Terminal Leuwiliang, Wahyu Hidayat, yang mengungkapkan bahwa inisiatif perbaikan tersebut muncul dari antusiasme para pegawai Dishub.
Mereka merasa perlu bertindak segera, mengingat saluran drainase yang tersumbat kerap menyebabkan banjir, mengganggu lalu lintas, dan membahayakan pengguna jalan.
“Ini murni inisiatif dari rekan-rekan di lapangan. Kami melihat saluran irigasi di terminal sudah rusak dan sering tersumbat, sehingga perlu diperbaiki meski dengan keterbatasan alat dan anggaran,” ujar Wahyu, Senin (7/10/2024).
Menurut Wahyu, kondisi ini semakin parah saat hujan deras. Air menggenang di jalan raya, membuat pengendara, terutama sepeda motor, kesulitan melintas.
“Kalau sudah hujan, genangan air seringkali menutup jalan. Ini tentu membahayakan, apalagi bagi pengendara motor. Jadi, kami berinisiatif melakukan perbaikan awal ini,” katanya.
Wahyu juga menuturkan, meski saat ini perbaikan dilakukan secara manual, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat berencana untuk melakukan revitalisasi besar-besaran terhadap saluran drainase ini pada tahun 2025.
Tentu kata dia, langkah sukarela ini menjadi bentuk nyata kepedulian Dishub Jabar terhadap kelancaran lalu lintas di sekitar Terminal Leuwiliang, sembari menunggu revitalisasi yang lebih komprehensif di masa depan.
“Insya Allah, tahun depan akan ada pembangunan lebih menyeluruh agar masalah drainase di area terminal bisa teratasi dengan baik. Semoga setelah itu, tidak ada lagi banjir di sini,” pungkasnya.













