Dari Lapangan Hijau ke Jeruji Besi: Syakir Sulaiman Ditangkap karena Edarkan Narkoba

0
Ilustrasi Syakir Sulaiman

NARASITODAY.COM Nasib tragis menimpa Syakir Sulaiman mantan pemain Timnas Indonesia U-23, yang ditangkap oleh aparat kepolisian di Cianjur, Jawa Barat, pada Selasa (5/11/2024) karena terlibat dalam peredaran obat-obatan terlarang. Penangkapan ini dilakukan setelah polisi menerima laporan dari masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan yang dilakukan oleh Syakir.

penggerebekan tersebut, polisi berhasil menyita sebanyak 2.700 butir obat terlarang, termasuk 1.700 butir jenis tramadol dan 1.000 butir jenis heximer. Penangkapan ini menjadi sorotan publik, mengingat latar belakang Syakir sebagai seorang atlet yang pernah membanggakan bangsa di lapangan hijau.

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, mengungkapkan bahwa Syakir telah mengedarkan narkoba selama lebih dari dua tahun dan beroperasi sebagai bandar, bukan sekadar pengedar biasa.

Baca Juga :  Megawati Blak-blakan Soal Keputusan Berat Tinggalkan Korea dan Red Sparks

“Pengakuannya sudah mengedarkan lebih dari dua tahun, baik menjual secara eceran maupun per dus” jelas Tono dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Cianjur. Menurutnya, Syakir menggunakan jaringan distribusi yang cukup luas untuk menjangkau konsumen di kalangan anak muda.

Syakir Sulaiman dikenal sebagai pemain berbakat yang pernah memperkuat klub-klub papan atas Indonesia seperti Persiba Balikpapan, Sriwijaya FC, dan Bali United. Ia juga pernah dinobatkan sebagai pemain muda terbaik di Liga Super Indonesia pada tahun 2013 dan mendapatkan kesempatan untuk trial di klub Jepang, Ventforet Kofu.

Namun, setelah pensiun dari sepak bola pada tahun 2019, kariernya mulai meredup dan ia mengalami kesulitan finansial yang membuatnya terpaksa mengambil jalan pintas.

Baca Juga :  Aksi Heroik Polisi Gagalkan Upaya Bunuh Diri di Flyover Cileungsi

Dalam wawancara eksklusif setelah penangkapannya, Syakir mengungkapkan penyesalannya dan menjelaskan bagaimana ia terjebak dalam dunia gelap ini.

“Saya tidak ingin hidup seperti ini. Semua berawal dari cedera yang membuat saya tidak bisa bermain lagi dan kehilangan penghasilan tetap. Saya merasa putus asa dan tidak tahu harus berbuat apa” katanya dengan nada menyesal.

“Saya tahu ini adalah kesalahan besar dan saya siap menerima konsekuensi dari tindakan saya. Saya berharap bisa memberikan pelajaran bagi atlet muda lainnya agar tidak mengikuti jejak saya” tambahnya dengan penuh harapan bahwa kisahnya dapat menjadi peringatan bagi orang lain.

Baca Juga :  Rekor Pemecah! 17,18 Juta Pemudik Puncaknya Malam Natal 2025​

Syakir kini terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun sesuai dengan Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Kasus ini tentunya menjadi pukulan telak bagi dunia sepak bola Indonesia, di mana nama besar Syakir yang pernah menjadi kebanggaan kini harus tercoreng akibat perbuatannya.

Penangkapan ini juga menjadi pengingat bagi para atlet muda untuk selalu menjaga perilaku dan menjauhi penyalahgunaan narkoba.

Polisi kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menelusuri jaringan bandar besar yang memasok obat-obatan terlarang kepada Syakir. Dengan kejadian ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan bahaya narkoba dalam dunia olahraga dan pentingnya menjaga integritas sebagai seorang atlet.***