NARASITODAY.COM – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah resmi menaikkan status Gunung Iya yang terletak di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), ke Level III (Siaga) mulai tanggal 5 November 2024 pukul 18.00 WITA.
Keputusan ini diambil setelah terjadi peningkatan aktivitas seismik yang signifikan, ditandai dengan frekuensi gempa yang meningkat, perubahan visual di sekitar kawah, serta aktivitas vulkanik yang semakin intensif.
Dalam rilis resmi yang dikeluarkan oleh PVMBG, pihaknya mengungkapkan bahwa status siaga ditetapkan untuk gunung berapi yang menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas vulkanik yang dapat berpotensi menyebabkan letusan.
Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Muhammad Wafid, menjelaskan bahwa peningkatan status ini merupakan langkah preventif untuk melindungi masyarakat di sekitar kawasan Gunung Iya.
“Kami telah melakukan pemantauan secara intensif dan menemukan bahwa aktivitas vulkanik di Gunung Iya menunjukkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan. Peningkatan frekuensi gempa vulkanik dalam dan dangkal menunjukkan adanya tekanan magma yang bergerak menuju permukaan” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta.
Wafid menambahkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, pengamatan visual menunjukkan adanya asap kawah dengan intensitas sedang hingga tebal yang mencapai ketinggian 300 meter dari puncak gunung.
“Fenomena ini semakin memperkuat indikasi adanya potensi letusan. Oleh karena itu, kami menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi dari PVMBG” tambahnya.
Dalam wawancara eksklusif, Wafid juga menjelaskan bahwa tren peningkatan aktivitas vulkanik ini sebenarnya sudah terdeteksi sejak Agustus 2024.
“Sejak bulan Agustus, kami mencatat adanya peningkatan frekuensi gempa vulkanik yang menunjukkan adanya pergerakan magma. Data terbaru menunjukkan bahwa pada hari-hari terakhir ini saja, tercatat 28 kali gempa tremor harmonik, 77 gempa tremor non-harmonik, dan 173 gempa vulkanik dalam” ungkapnya dengan serius.
Wafid juga memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah mitigasi yang telah dilakukan oleh PVMBG untuk meminimalisir risiko bencana.
“Kami telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar Gunung Iya tentang bahaya letusan dan pentingnya mengikuti arahan dari BPBD Kabupaten Ende dan BPBD Provinsi NTT. Kami juga meminta warga untuk tidak mendekati kawasan puncak gunung dalam radius minimal 3 kilometer dari kawah aktif untuk menghindari potensi bahaya gas beracun” jelasnya.
Masyarakat setempat pun diminta untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu hoaks terkait aktivitas vulkanik ini.
“Kami berharap masyarakat bisa tetap tenang dan tidak panik. Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi terbaru secara berkala” tutup Wafid.
peningkatan status siaga ini, PVMBG menekankan pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Iya. Potensi letusan yang mengintai menjadi peringatan serius bagi semua pihak untuk bersiap menghadapi kemungkinan terburuk. ***














