NARASITODAY.COM – Penjabat (PJ) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, memperpanjang status siaga bencana akibat cuaca ekstrem hingga April 2025.
Keputusan ini diambil menyusul potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan kembali melanda wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bogor.
Ketua Tim Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Dedi Sutisna, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang dapat membahayakan keselamatan warga.
“Kepada seluruh masyarakat Bogor, kami himbau agar senantiasa bersiap untuk menghadapi cuaca ekstrem, karena kondisi ini bisa berdampak pada keselamatan masyarakat luas,” ujar Dedi pada Jumat (8/11/2024).
Dedi menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama jika berada di luar rumah saat terjadi cuaca buruk.
Ia mengimbau warga untuk mencari tempat aman yang tertutup, seperti minimarket atau bangunan dengan struktur yang kokoh, serta menghindari penggunaan ponsel saat ada petir.
“Pastikan mencari tempat berteduh yang aman, seperti gedung tertutup. Hindari penggunaan ponsel jika terjadi petir, karena ponsel dapat menghantarkan arus listrik dan menimbulkan risiko tersambar petir,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dedi menyarankan warga untuk menyiapkan perlengkapan darurat sebagai langkah antisipasi jika terjadi bencana alam saat cuaca ekstrem melanda.
Beberapa perlengkapan penting yang disarankan meliputi obat-obatan, pakaian bersih, serta dokumen-dokumen penting yang disimpan dengan rapi agar mudah diakses dalam situasi darurat.
Dedi juga menekankan pentingnya memperbarui informasi cuaca dari sumber-sumber terpercaya, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) atau akun resmi BPBD Kabupaten Bogor. Dengan begitu, masyarakat dapat merencanakan langkah pencegahan secara tepat dan terarah.
“Kami menghimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dari sumber terpercaya seperti BMKG atau media sosial resmi BPBD Kabupaten Bogor, karena informasi tersebut berasal langsung dari BMKG,” tutupnya.














