Proyek Rehabilitasi Bendung Cibongas Jebol, Jaro Peloy Minta Evaluasi dan Tanggung Jawab

0
anggota DPRD Kabupaten Bogor, dari fraksi PKB Nurodin.

NARASITODAY.COMKisdam proyek rehabilitasi Bendung Cibongas di Kampung Bongas, Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, jebol pada Minggu (10/11) sekitar pukul 17.00 WIB.

Insiden ini terjadi setelah aliran Sungai Cikaniki meluap akibat curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan tersebut.

Menanggapi kejadian tersebut, anggota DPRD Kabupaten Bogor, dari fraksi PKB Nurodin. menegaskan bahwa pihak penyedia jasa harus bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi.

“Karena masih dalam tahap konstruksi, maka penyedia jasa tentu harus bertanggung jawab,” kata pria yang sering di sapa Jaro Peloy ini kepada Narasitoday.com Rabu 13/11.

Baca Juga :  Indonesia Kecam RUU Hukuman Mati Israel terhadap Warga Palestina, Desak Dunia Bertindak

Nurodin meminta agar evaluasi segera dilakukan oleh dinas terkait untuk menilai kualitas konstruksi dan mengetahui penyebab pasti jebolnya bendung ini.

Hal ini dinilai penting agar insiden serupa tidak terulang, terutama mengingat bendungan memiliki peran vital dalam mengelola aliran air Sungai Cikaniki.

“Namun, lebih rinci, Dinas Terkait harus segera mengecek dan memastikan penyebab dari jebolnya tanggul tersebut,” ujarnya.

Dia membeberkan, bahwa bendung Cibongas sangat krusial bagi masyarakat Desa Kalongliud. Selain untuk mengairi sekitar 80 hektar area pertanian, bendungan ini juga diharapkan mampu mengatasi masalah kekeringan yang sering melanda desa tersebut.

Baca Juga :  Netanyahu Tegaskan Penyeberangan Rafah Ditutup Sampai Penyerahan Jenazah Sandera Hamas

“Air dari bendungannya diyakini dapat membantu mengisi sumur-sumur resapan warga, sehingga bisa memenuhi kebutuhan harian masyarakat terutama saat musim kemarau tiba,” katanya.

Proyek rehabilitasi jaringan irigasi Cibongas ini menghabiskan anggaran sebesar Rp1,4 miliar dan direncanakan selesai dalam waktu 135 hari kerja.

Pelaksana proyek ini adalah CV Fajar Pratama dengan pengawasan dari konsultan Alfris Auliatama.

Baca Juga :  Mantan PM Nepal KP Sharma Oli Ditangkap, Terkait Tragedi Berdarah Demonstran Antikorupsi 2025

Sebelumnya diberitakan Mandor pembangunan CV Fajar Pratama, Nurhasim mengatakan, kontruksi bendungan jebol lantaran diterjang banjir bandang akibat hujan deras melanda sejumlah wilayah.

“Jadi saat kejadian memang kondisi sedang diterjang hujan besar, ada pohon besar menghantam bendungan dan sehingga jebol karena tidak kuat menahan,” ungkapnya, Selasa (12/11/2024).

Menurutnya, akibat jebolnya kontruksi bendungan saat ini pihaknya memiliki keterbatasan waktu untuk melakukan perbaikan bendungan.

“Itu diperkirakan ada 17 meter persegi yang mengalami jebol,” pungkasnya.