NARASITODAY.COM – Indonesia telah memulai proses nominasi tiga warisan budaya takbenda ke UNESCO, yaitu pinisi, pantun, dan pencak silat, sebagai upaya untuk mendapatkan pengakuan internasional atas kekayaan budaya yang dimiliki.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengumumkan bahwa pengajuan ini merupakan langkah strategis untuk melestarikan dan mempromosikan tradisi yang telah menjadi bagian integral dari identitas bangsa.
Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud, Nadjamudin Ramly menjelaskan bahwa ketiga warisan budaya ini tidak hanya memiliki nilai sejarah yang tinggi, tetapi juga mencerminkan keragaman dan kreativitas masyarakat Indonesia.
Dalam konferensi pers yang diadakan pada 25 April 2024, Nadjamudin menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam proses ini. “Dengan pengakuan dari UNESCO, negara lain tidak bisa mengklaim lagi warisan budaya kita. Ini adalah langkah penting untuk melindungi kekayaan budaya Indonesia dari klaim yang tidak sah,” ujarnya.
Pinisi, sebagai contoh, adalah kapal tradisional yang digunakan oleh masyarakat Bugis Makassar dan memiliki filosofi serta teknik pembuatan yang kaya. Sementara itu, pantun merupakan bentuk puisi lisan yang telah menjadi bagian dari kebudayaan Melayu dan terus dilestarikan hingga kini.
Pencak silat, di sisi lain, bukan hanya seni bela diri tetapi juga sarana untuk menyampaikan nilai-nilai moral dan filosofi hidup. “Kami berharap dengan adanya pengajuan ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya melestarikan warisan budaya kita,” tambah Nadjamudin.
Proses pengajuan nominasi ini akan dilanjutkan dengan penyusunan dokumen resmi yang akan diserahkan kepada UNESCO pada sidang mendatang. Jika berhasil, pengakuan ini akan menambah daftar panjang warisan budaya takbenda Indonesia yang telah diakui sebelumnya, seperti wayang dan batik. ***














