Proposal Investasi Apple di Indonesia Dinilai Tidak Adil, Kemenperin Minta Penyesuaian

0
Ilustrasi Apple

NARASITODAY.COM Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai bahwa proposal investasi Apple sebesar 100 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,58 triliun yang diajukan untuk Indonesia tidak mencerminkan keadilan jika dibandingkan dengan investasi yang dikucurkan perusahaan teknologi tersebut di negara lain seperti Vietnam dan India.

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pembahasan mendalam mengenai nilai investasi ini dan mempertanyakan apakah jumlah tersebut sudah sesuai dengan potensi pasar serta kontribusi yang diharapkan bagi perekonomian Indonesia.

“Proposal investasi ini harus dilihat dalam konteks yang lebih luas. Kami berpendapat bahwa tidak fair jika Apple hanya menawarkan 100 juta dolar AS, sementara mereka berinvestasi jauh lebih besar di negara-negara lain,” ungkap Febri saat konferensi pers di Jakarta pada Kamis (21/11/2024).

Baca Juga :  Dari Layar ke Nyata, Aghniny Haque Alami Insiden Horor Saat Syuting Promosi Film

Ia menjelaskan bahwa Kemenperin telah melakukan analisis komparatif terhadap investasi Apple di Vietnam dan India, di mana kedua negara tersebut mendapatkan komitmen investasi yang jauh lebih besar, mencapai miliaran dolar. “Kami ingin memastikan bahwa setiap investor termasuk Apple, berkontribusi secara adil terhadap perekonomian dan lapangan kerja di Indonesia,” tegasnya.

Baca Juga :  Ancaman dan Solusi: 5 Prediksi Keamanan Siber Asia Pasifik untuk Tahun 2025!

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita juga menekankan pentingnya keadilan dalam investasi. “Kami ingin Apple tidak hanya berinvestasi dalam bentuk nominal, tetapi juga berkomitmen untuk berkolaborasi dengan industri dalam negeri dan menyerap tenaga kerja lokal,” katanya.

Agus menambahkan bahwa Apple sebelumnya telah menjanjikan komitmen investasi yang lebih besar pada periode 2020-2023, namun hingga kini masih ada sisa investasi yang belum direalisasikan sebesar Rp 271 miliar. “Ini menjadi perhatian kami karena kami ingin melihat bukti nyata dari komitmen mereka,” ujarnya dengan nada serius.

Baca Juga :  Gudang Sembako di Leuwiliang Terbakar, Kerugian Capai Rp 500 Juta

Agus juga menyatakan bahwa pemerintah Indonesia sangat terbuka untuk menarik investasi asing, namun hal tersebut harus dilakukan dengan prinsip saling menguntungkan dan transparansi.

“Kami berharap Apple dapat memahami posisi kami dan bersedia untuk menyesuaikan proposal investasinya agar sejalan dengan nilai investasi yang mereka berikan di negara lain,” tambahnya

Kemenperin berharap agar Apple dapat menyesuaikan proposal investasinya agar sejalan dengan nilai investasi yang diberikan di negara lain. “Kami akan terus memantau perkembangan ini dan berharap ada kesepakatan yang saling menguntungkan bagi semua pihak,” tutup Febri.***