Waspada! Gunung Api Banda Naik Status, Pendaki Dihimbau untuk Menjauh

0
Ilustrasi Gunung Api Banda

NARASITODAY.COM Gunung Api Banda di Kabupaten Maluku Tengah kini berstatus waspada (Level II) setelah terjadi peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Berdasarkan laporan dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sejak Agustus hingga November 2024, gunung ini mengalami 11 gempa vulkanik dangkal, 541 gempa vulkanik dalam, serta puluhan gempa tektonik yang menunjukkan adanya tekanan magmatik yang meningkat di dalam tubuh gunung.

Baca Juga :  Jaga Stabilitas Ekonomi, Tarif Listrik Juli-September 2025 Tetap Sesuai Regulasi

Koordinator pos pengamatan Gunung Api Banda, Johan Hasan, mengonfirmasi bahwa jalur pendakian telah ditutup sementara sejak 18 November 2024 untuk menjaga keselamatan pendaki.

“Kami menghimbau masyarakat dan pendaki untuk menjauh dari area sekitar gunung dalam radius satu kilometer. Ini untuk mencegah potensi bahaya seperti lontaran batu pijar, awan panas, atau gas beracun,” ujarnya dalam konferensi pers pada Jumat 22/11/2024.

Johan juga menjelaskan bahwa selama periode pengamatan, asap kawah utama terpantau berwarna putih dengan intensitas tipis setinggi 20-30 meter dari puncak. “Kami terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik ini dan berharap agar masyarakat tetap tenang namun waspada,” tambahnya.

Baca Juga :  Presiden Prabowo dan Donald Trump Bakal Tandatangani Perdagangan Pada 19 Februari

Sementara itu, Penjabat Bupati Maluku Tengah, Rakib Sahubawa, telah mengeluarkan surat edaran yang mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi hoaks terkait situasi ini.

“Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi resmi dari pemerintah daerah,” katanya. Dalam surat edaran tersebut juga ditekankan pentingnya kewaspadaan terhadap gempa terasa yang dapat menjadi indikasi awal potensi erupsi.

Baca Juga :  Jembatan Cigoha Ambruk Akibat Derasnya Arus, Pemkab Bogor Respon Cepat Pasang Jembatan Darurat Bailey

Sejarah Gunung Api Banda mencatat beberapa letusan besar di masa lalu, sehingga peningkatan status kali ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat setempat.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk memastikan keselamatan masyarakat dan memberikan informasi terkini melalui saluran resmi,” tutup Rakib Sahubawa.***