KRL Markonah Desa Sadeng Raih Predikat Jawara di Tahun 2024

0
Foto bersama KRL Markonah Desa Sadeng Usai mendapatkan Penganugerahan BKRL 2024.

NARASITODAY.COM- Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, kembali menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Bogor Kabupaten Ramah Lingkungan (BKRL) 2024.

Dalam acara tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor ini, Desa Sadeng berhasil mempertahankan statusnya sebagai Kampung Ramah Lingkungan (KRL) tingkat jawara, setelah melewati proses verifikasi lapangan yang ketat.

Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, kembali menorehkan prestasi gemilang

Peningkatan dari Tahun ke Tahun Ketua KRL Mari Kelola Tanah (Markonah) Desa Sadeng, Dede Nuni Lusdiana, mengungkapkan bahwa ini merupakan tahun keempat Desa Sadeng mengikuti ajang BKRL.

Desa ini telah menunjukkan peningkatan signifikan sejak pertama kali berpartisipasi.

Baca Juga :  Lebih Baik Jaga Jarak? 5 Dampak Negatif Media Sosial yang Bisa Merusak Pertemanan

“Kami mulai dari tingkat pratama, lalu madya, utama, hingga akhirnya sekarang menjadi jawara. Ini buah dari kerja keras seluruh warga,” ujarnya saat di hubungi, Kamis 5 Desember 2024.

Program ini, lanjut dia, bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

keberadaan Kelompok Wanita Tani (KWT). Foto dok : ist

Salah satu fokus utamanya adalah pengelolaan sampah, yang kini tidak hanya berorientasi pada konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), tetapi telah berkembang menjadi 9R, termasuk aspek regenerasi, redesign, hingga reward.

Inovasi Lingkungan Desa Sadeng ini terus melakukan berbagai inovasi untuk menjaga kelestarian lingkungannya.

Baca Juga :  PPDB SMAN 1 Sukajaya Menuai Polemik, Ini Keluhan Masyarakat

Salah satunya adalah pengelolaan sampah rumah tangga yang kini sepenuhnya terkoordinasi dengan TPA Galuga.

“Dulu, masih ada warga yang membuang sampah ke sungai. Tapi sekarang sungai di desa kami sudah bebas sampah,” jelasnya.

Selain itu, Desa Sadeng juga telah membuat 50 lubang biopori di sekitar area KRL sebagai upaya meningkatkan resapan air tanah dan mengurangi genangan air.

Tengah membuat 50 lubang biopori di sekitar area KRL sebagai upaya meningkatkan resapan air tanah dan mengurangi genangan air. Foto dok : Ist

Inisiatif ini merupakan bagian dari program yang lebih besar untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Untuk meraih predikat jawara, Desa Sadeng harus memenuhi berbagai kriteria dalam verifikasi lapangan, termasuk keberadaan Kelompok Wanita Tani (KWT), pemanfaatan pekarangan untuk tanaman produktif, serta pengelolaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berbasis lingkungan.

Baca Juga :  Kecamatan Leuwisadeng Luncurkan Inovasi “BERI PRIMA” Tingkatkan Layanan Kependudukan

“Semua elemen ini menjadi poin penting dalam penilaian tim dari DLH Kabupaten Bogor,” katanya.

Menurut Ibu Lurah Desa Sadeng ini menerangkan, tujuan utama program KRL adalah menyadarkan masyarakat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga setiap individu.

“Kami selalu mengingatkan warga tentang slogan KRL ‘Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita.’ Ini bukan hanya kalimat, tapi prinsip hidup yang kami terapkan sehari-hari,” pungkasnya.***