NARASITODAY.COM – Rumah semi permanen milik Arnas (64), seorang janda lansia di Cisusuh RT 01/05, Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, nyaris roboh setelah terdampak longsor. pada, Selasa (3/12/2024).
Longsor menghantam tebing di sisi pondasi rumah, membuat bangunan berukuran 6×4 meter itu dalam kondisi kritis.
Arnas, yang tinggal bersama anaknya, kini bisa bernapas lega. Berkat inisiatif Kepala Desa Cileuksa, Ujang Ruhyadi, masyarakat setempat bahu-membahu memperbaiki rumah tersebut melalui gotong royong.

Ujang Ruhyadi mengatakan, sehari setelah kejadian, pihak desa segera menggelar musyawarah dengan warga untuk membahas langkah cepat yang harus diambil.
“Kami mengajak masyarakat Cisusuh untuk bergotong royong memperbaiki rumah Bu Arnas. Bagian pondasi rumah yang nyaris terbawa longsor harus segera diperbaiki,” ujarnya.
Proses perbaikan melibatkan sekitar 50 warga yang bekerja bersama-sama. Mereka membangun tembok penahan tebing di sisi rumah dan memperkokoh pondasi agar lebih tahan terhadap longsor.
“Ini wujud kepedulian kami. Bu Arnas adalah janda lansia yang tinggal bersama anaknya, dan kondisi rumahnya sangat memprihatinkan. Gotong royong ini bukti kebersamaan warga Cileuksa,” katanya.
Di tengah proses perbaikan, Ujang juga mengingatkan warga untuk waspada terhadap cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana serupa. Ia mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan, terutama saat curah hujan tinggi.
“Kami mengimbau warga untuk terus waspada dan segera melapor jika ada tanda-tanda longsor. Gotong royong seperti ini harus menjadi semangat bersama menghadapi potensi bencana,” katanya.
Peringatan tersebut juga didukung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyatakan bahwa gelombang dingin Siberia berpotensi memicu hujan ekstrem selama libur Natal dan Tahun Baru 2025.
Wilayah Indonesia bagian barat, termasuk Jawa Barat, Jakarta, Banten, dan Lampung, berada dalam risiko tinggi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.
“Jika gelombang dingin Siberia mencapai Indonesia, hujan ekstrem bisa terjadi. Kami berharap skenario terburuk tidak terjadi,” kata Dwikorita dalam rapat dengan Komisi V DPR pada Rabu (4/12/2024).(Ham)














