Terapi Ikan Berisiko? Simak 5 Bahaya yang Bisa Mengancam Kesehatan Anda

0
Ilustrasi fish pedicure

NARASITODAY.COM Terapi ikan, atau yang lebih dikenal sebagai fish pedicure, semakin populer di kalangan masyarakat sebagai metode relaksasi dan perawatan kulit yang dianggap menyenangkan dan inovatif.

Banyak orang tertarik untuk mencoba terapi ini karena iming-iming manfaatnya, seperti mengangkat sel-sel kulit mati dan memberikan sensasi pijatan lembut dari ikan-ikan kecil yang digunakan dalam prosesnya.

Namun, di balik popularitas dan daya tariknya, terdapat sejumlah risiko kesehatan yang perlu diwaspadai oleh para calon pengguna. Penting untuk memahami bahwa meskipun terapi ikan dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan, ada beberapa bahaya yang bisa mengancam kesehatan Anda jika memutuskan untuk mencoba metode ini tanpa mempertimbangkan dengan matang.

Baca Juga :  Netanyahu Tutup Kamera Ponsel dengan Selotip Merah, Publik Heboh

Berikut adalah lima bahaya yang bisa mengancam kesehatan Anda jika memutuskan untuk mencoba terapi ikan:

1. Infeksi Kulit

Salah satu risiko utama dari terapi ikan adalah infeksi kulit. Kolam yang digunakan untuk terapi sering kali dipakai secara bergantian oleh banyak orang tanpa disanitasi dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan penyebaran kuman dan bakteri, seperti Staphylococcus aureus, yang dapat mengakibatkan infeksi serius pada kulit.

2. Trauma pada Kuku

Beberapa pengguna terapi ikan melaporkan mengalami cedera pada kuku setelah sesi pedikur. Gigitan ikan dapat menyebabkan kerusakan pada matriks kuku, yang dikenal sebagai onychomadesis, di mana kuku terpisah dari dasar kuku. Kasus ini seringkali tidak terasa sakit selama terapi, tetapi efeknya baru terlihat beberapa bulan kemudian.

Baca Juga :  5 Tanda Kuku yang Kondisinya Sehat

3. Penularan Penyakit Melalui Darah

Terapi ikan juga berisiko menularkan penyakit melalui darah, terutama jika salah satu pengguna memiliki luka terbuka. Ikan agresif seperti Chinchin, yang kadang digunakan sebagai pengganti Garra rufa, dapat menggigit dan menyebabkan luka, meningkatkan risiko penularan penyakit seperti hepatitis B atau HIV.

4. Amputasi Jari Kaki

Dalam kasus ekstrem, ada laporan tentang amputasi jari kaki akibat infeksi yang disebabkan oleh terapi ikan. Bakteri dapat masuk melalui luka yang ditimbulkan oleh gigitan ikan dan menyebabkan osteomielitis, infeksi serius yang dapat merusak jaringan tulang.

Baca Juga :  Mengenal 5 Variabel yang Menyebabkan Benjolan di Vagina dan Cara Mengetahui Kapan Harus Khawatir

5. Eksploitasi Ikan

Praktik terapi ikan juga menimbulkan dampak negatif bagi ikan itu sendiri. Banyak tempat terapi menggunakan ikan Garra rufa dalam kondisi kelaparan untuk mendorong mereka memakan sel kulit mati manusia. Hal ini tidak hanya tidak manusiawi tetapi juga dapat membahayakan kelangsungan hidup ikan.

Jika Anda masih ingin merawat kulit kaki Anda, ada banyak alternatif lain yang lebih aman dan tidak berisiko bagi kesehatan maupun kesejahteraan hewan. Selalu konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum melakukan perawatan baru untuk memastikan keselamatan Anda.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel